Kemarin adalah hari baik untuk saya.
Kemarin setelah bangun pagi, saya merasa memiliki hawa positif saat itu.
Dan ternyata memang hal itu benar adanya.
Pemodelan untuk tesis saya berjalan dengan baik, hasilnya pun memenuhi syarat yang sudah ditetapkan oleh standard code yang ada.
Sorenya bersama sang pacar, kami nonton film Babies di Ciwalk. Biarpun filmnya tanpa alur tetapi kami sangat terhibur melihat keluguan para bayi di film itu.
Ketika jemput pacar dikantornya pun, ternyata saya dibeliin kebab. Kebetulan saya akhir-akhir ini memang lagi suka banget sama yang namanya kebab.
Setelah beres nonton, kami ke mangkok ayam di setiabudi. Walaupun ada insiden yang tidak mengenakan disana tapi semua itu terhapus karena makanannya enak. Setelah makan, kami sempatkan ke Periplus. Saya nemu 3 seri buku warcraft, harganya pun cocok tapi ga jadi beli mengingat minggu depan sudah UAS dan saya pun sebisa mungkin sebelum libur natal dan tahun baru sudah bisa maju untuk seminar tesis yang kedua.
Jadilah yang beli buku disana hanyalah pacar saya. Dari Setiabudi, pacar saya mau cari DVD serial dan kami pun ke movie room di wirangun-angun. Saya menemukan DVD The Big 4 (Metallica,Anthrax,Megadeth,Slayers) Live From Sofia. Selama ini saya hanya melihat cuplikan-cuplikan konser ini di Youtube. Akhirnya kesampaian juga punya DVDnya.
Ya, saya bisa bilang bahwa kemarin adalah hari baik untuk saya. Pemodelan untuk tesis berhasil, makan enak, dan dapet dvd. Semoga hari inipun menjadi hari yang lebih baik lagi untuk saya. Amin!
Thursday, 2 December 2010
Wednesday, 1 December 2010
Day #10 : Gimana Rasanya Kerja Kantoran?
1. Bangun subuh, tapi tidak tidur lagi. Melainkan bersiap-siap untuk ngantor.
2. Berangkat pagi, ikut-ikutan kena macet di jalan demi ga kena semprot si bos.
3. Jam pulang kantor tidak menentu, terkadang bisa ga pulang karena deadline.
4. Belum tentu ada waktu untuk main game, kecuali weekend.
5. Weekend pun belum tentu libur, tergantung deadline project.
6. Di tengah-tengah padatnya kerjaan, tiba-tiba kerjaannya nambah.
7. Ngebimbing adik-adik mahasiswa yang lagi kerja praktek.
8. Udah niat mau ambil cuti, di tolak si bos cutinya.
9. Hari menjelang gajian terasa lambat.
10.Facebook, YM diblok admin kantor.
Poin-poin diatas adalah rangkuman dari keluh kesah, dan suka duka teman-teman saya yang saat ini merupakan orang-orang kantoran.
Saya sendiri merasakan kerja kantoran hanya 2 minggu saat kerja praktek, karena sisanya dihabiskan di lapangan.
Tidak semua orang ingin kerja kantoran, banyak yang lebih senang mengembangkan usaha dll. Saya sendiri punya keinginan untuk punya usaha salon mobil, cafe, dan restoran keluarga. Tetapi saya pun punya keinginan untuk merasakan kerja kantoran.
Pada waktunya, sayapun akan mengalami menjadi pekerja kantoran dan memiliki pengalaman tersendiri yang mungkin unik,konyol,menyebalkan,menyenangkan,dll.
2. Berangkat pagi, ikut-ikutan kena macet di jalan demi ga kena semprot si bos.
3. Jam pulang kantor tidak menentu, terkadang bisa ga pulang karena deadline.
4. Belum tentu ada waktu untuk main game, kecuali weekend.
5. Weekend pun belum tentu libur, tergantung deadline project.
6. Di tengah-tengah padatnya kerjaan, tiba-tiba kerjaannya nambah.
7. Ngebimbing adik-adik mahasiswa yang lagi kerja praktek.
8. Udah niat mau ambil cuti, di tolak si bos cutinya.
9. Hari menjelang gajian terasa lambat.
10.Facebook, YM diblok admin kantor.
Poin-poin diatas adalah rangkuman dari keluh kesah, dan suka duka teman-teman saya yang saat ini merupakan orang-orang kantoran.
Saya sendiri merasakan kerja kantoran hanya 2 minggu saat kerja praktek, karena sisanya dihabiskan di lapangan.
Tidak semua orang ingin kerja kantoran, banyak yang lebih senang mengembangkan usaha dll. Saya sendiri punya keinginan untuk punya usaha salon mobil, cafe, dan restoran keluarga. Tetapi saya pun punya keinginan untuk merasakan kerja kantoran.
Pada waktunya, sayapun akan mengalami menjadi pekerja kantoran dan memiliki pengalaman tersendiri yang mungkin unik,konyol,menyebalkan,menyenangkan,dll.
Tuesday, 30 November 2010
Day #9 : Teman dan Tesis
Saat ini saya sedang mengalami kesulitan dengan tesis magister saya.
Pemodelan dengan bantuan software yang saya lakukan, hasilnya tak kunjung memuaskan.
Jika saya set untuk kalkulasi otomatis, hasil dari model saya tidak kunjung konvergen seandainya pun konvergen, akan ada error message yang menyatakan model saya melampaui persyaratan yang ada.
Awalnya saya iseng tanya-tanya ke teman seangkatan s2 saya yang sekarang ini sudah jarang kuliah karena kerja di Jakarta. Lalu dia bilang, ada teman seangkatan saya waktu s1 yang pekerjaannya memang berkutat di bidang yang sama dengan tema tesis saya.
Akhirnya saya pun mengontak dia dan kami banyak berdiskusi. Saya juga merasa sangat bersyukur sekali karena teman saya itu rela meluangkan waktunya untuk berdiskusi mengenai tesis saya disela-sela kesibukannya, apalagi saya tahu bahwa kantornya baru saja mendapatkan proyek besar dimana dia terlibat didalamnya.
Dari diskusi-diskusi tersebut, saya mendapatkan sedikit gambaran tentang apa yang harus saya lakukan. Memang semua itu harus dimulai lagi dari awal. Kembali ke fase desain, padahal sebelumnya desain saya sudah di acc oleh promotor (dosen pembimbing) saya. Tapi bagi saya semua itu bukan masalah, karena yang penting tesis magister saya bisa saya rampungkan dengan hasil yang memuaskan.
Pemodelan dengan bantuan software yang saya lakukan, hasilnya tak kunjung memuaskan.
Jika saya set untuk kalkulasi otomatis, hasil dari model saya tidak kunjung konvergen seandainya pun konvergen, akan ada error message yang menyatakan model saya melampaui persyaratan yang ada.
Awalnya saya iseng tanya-tanya ke teman seangkatan s2 saya yang sekarang ini sudah jarang kuliah karena kerja di Jakarta. Lalu dia bilang, ada teman seangkatan saya waktu s1 yang pekerjaannya memang berkutat di bidang yang sama dengan tema tesis saya.
Akhirnya saya pun mengontak dia dan kami banyak berdiskusi. Saya juga merasa sangat bersyukur sekali karena teman saya itu rela meluangkan waktunya untuk berdiskusi mengenai tesis saya disela-sela kesibukannya, apalagi saya tahu bahwa kantornya baru saja mendapatkan proyek besar dimana dia terlibat didalamnya.
Dari diskusi-diskusi tersebut, saya mendapatkan sedikit gambaran tentang apa yang harus saya lakukan. Memang semua itu harus dimulai lagi dari awal. Kembali ke fase desain, padahal sebelumnya desain saya sudah di acc oleh promotor (dosen pembimbing) saya. Tapi bagi saya semua itu bukan masalah, karena yang penting tesis magister saya bisa saya rampungkan dengan hasil yang memuaskan.
Monday, 29 November 2010
Day #8 : Terapi Akupunktur
Beberapa minggu yang lalu saya mengikuti terapi akupunktur bersama ibu saya di jl. Supratman. Tujuannya untuk menekan nafsu makan dan ngemil saya. Pertama kali datang ke tempat akupuntur tersebut, saya dan ibu harus menunggu lama untuk terapi. Kami menunggu hampir 1 jam, jadi total sampai selesai terapi sekitar 2 jam! Karena terapinya sendiri membutuhkan waktu sekitar 45 menit.
Berbekal pengalaman di hari pertama akupunktur, untuk hari kedua kami memutuskan datang pagi untuk ikut terapi sesi 1. Kami datang jam 9 pagi, memang kami langsung dipanggil untuk masuk ke ruang akupunktur tetapi terapisnya belum datang. Kami menunggu hampir 2 jam, baru terapisnya datang. Total waktu yang kami habiskan untuk terapi hari kedua adalah kurang lebih 3 jam!
Hari ketiga terapi, kami datang jam 10:30 pagi karena menurut petugas front office sesi kedua biasanya sepi dan jarang mengantri. Untuk terapi hari ketiga pun kami bisa dapat cepat, dan total waktu yang dibutuhkan hanya kurang lebih 1 jam.
Hari keempat terapi, saya datang sendiri karena ibu sudah terapi duluan beberapa hari sebelumnya. Karena saya malas untuk menunggu, saya telepon tempat terapinya untuk memesan tempat. Mereka bilang langsung datang saja karena lagi kosong. Total waktu yang saya habiskan untuk terapi tersebut sekitar satu setengah jam.
Hari kelima terapi, saya datang bersama ibu saya. Kali ini kami menunggu cukup lama. Total waktu yang kami habiskan sekitar 2 jam! Karena entah kenapa dijam yang sama dengan hari-hari sebelumnya kali ini pasiennya sangat banyak.
Terapi keenam belum saya lakukan karena memang tidak ada waktu untuk itu. Hasil terapi untuk saya tidak terlalu memberikan efek, karena saya masih sering merasa lapar diluar jam makan. Untuk menghindari ngemil dan makan kebanyakan, saya tidak pernah berlama-lama di meja makan dan tidak pernah membeli cemilan sehingga tidak ada makanan ringan di rumah.
Ibu saya juga sama, setelah terapi bukannya nafsu makan menurun justru malah meningkat. Biasanya ibu saya lebih baik dalam hal mengontrol porsi makanannya, tetapi setelah terapi justru porsi makan ibu lebih banyak dari saya. Akhirnya kami memutuskan untuk tidak melanjutkan terapi ini karena sebenarnya tidak ada perubahan yang signifikan.
Sebelum terapi, berat saya 115kg. Sekarang berat saya 109kg. Turun 6 kg. Tetapi saya dapat katakan ini bukanlah hasil dari terapi yang saya lakukan. Turun 6 kg itu adalah usaha yang saya lakukan sendiri dengan menahan nafsu makan saya dan mengurangi porsi makan saya.
Mengurangi porsi makan adalah hal yang sangat berat untuk saya, apalagi jika yang ada di hadapan saya adalah menu kesukaan saya. Selanjutnya tiap sore saya selalu melatih fisik saya dengan sit-up, push-up, dan angkat beban. Untuk latihan fisik ini saya lakukan yang ringan saja, yang penting bisa berkeringat dan badan jadi segar tanpa perlu keluar uang dan menghabiskan waktu ke gym.
Berbekal pengalaman di hari pertama akupunktur, untuk hari kedua kami memutuskan datang pagi untuk ikut terapi sesi 1. Kami datang jam 9 pagi, memang kami langsung dipanggil untuk masuk ke ruang akupunktur tetapi terapisnya belum datang. Kami menunggu hampir 2 jam, baru terapisnya datang. Total waktu yang kami habiskan untuk terapi hari kedua adalah kurang lebih 3 jam!
Hari ketiga terapi, kami datang jam 10:30 pagi karena menurut petugas front office sesi kedua biasanya sepi dan jarang mengantri. Untuk terapi hari ketiga pun kami bisa dapat cepat, dan total waktu yang dibutuhkan hanya kurang lebih 1 jam.
Hari keempat terapi, saya datang sendiri karena ibu sudah terapi duluan beberapa hari sebelumnya. Karena saya malas untuk menunggu, saya telepon tempat terapinya untuk memesan tempat. Mereka bilang langsung datang saja karena lagi kosong. Total waktu yang saya habiskan untuk terapi tersebut sekitar satu setengah jam.
Hari kelima terapi, saya datang bersama ibu saya. Kali ini kami menunggu cukup lama. Total waktu yang kami habiskan sekitar 2 jam! Karena entah kenapa dijam yang sama dengan hari-hari sebelumnya kali ini pasiennya sangat banyak.
Terapi keenam belum saya lakukan karena memang tidak ada waktu untuk itu. Hasil terapi untuk saya tidak terlalu memberikan efek, karena saya masih sering merasa lapar diluar jam makan. Untuk menghindari ngemil dan makan kebanyakan, saya tidak pernah berlama-lama di meja makan dan tidak pernah membeli cemilan sehingga tidak ada makanan ringan di rumah.
Ibu saya juga sama, setelah terapi bukannya nafsu makan menurun justru malah meningkat. Biasanya ibu saya lebih baik dalam hal mengontrol porsi makanannya, tetapi setelah terapi justru porsi makan ibu lebih banyak dari saya. Akhirnya kami memutuskan untuk tidak melanjutkan terapi ini karena sebenarnya tidak ada perubahan yang signifikan.
Sebelum terapi, berat saya 115kg. Sekarang berat saya 109kg. Turun 6 kg. Tetapi saya dapat katakan ini bukanlah hasil dari terapi yang saya lakukan. Turun 6 kg itu adalah usaha yang saya lakukan sendiri dengan menahan nafsu makan saya dan mengurangi porsi makan saya.
Mengurangi porsi makan adalah hal yang sangat berat untuk saya, apalagi jika yang ada di hadapan saya adalah menu kesukaan saya. Selanjutnya tiap sore saya selalu melatih fisik saya dengan sit-up, push-up, dan angkat beban. Untuk latihan fisik ini saya lakukan yang ringan saja, yang penting bisa berkeringat dan badan jadi segar tanpa perlu keluar uang dan menghabiskan waktu ke gym.
Sunday, 28 November 2010
Day #7 : Haters
*postingan ini murni opini saya, tidak ada teori yang mendasari*
Dalam industri musik, para musisi banyak yang memiliki fans dan tidak sedikit juga yang tidak suka. Wajar, karena tiap orang punya selera masing - masing. Dari jaman saya dulu masih duduk di bangku SMA, sudah sering saya lihat orang yang tidak suka jenis-jenis musik tertentu. Entah saya yang kurang bergaul atau gimana, yang saya lihat orang-orang tertentu hanya tidak menyukai/membenci aliran musik tertentu saja.
Dulu juga saya "terbawa arus" oleh teman - teman saya yang mengaku anak underground. Namanya anak remaja yang masih dalam pencarian jati diri (baca: LABIL), saya pun ikut-ikutan dengan mereka. Mencari tahu banyak referensi musik underground dalam dan luar negeri supaya tidak dibilang POSER dan dijauhi oleh teman-teman saya itu. Saya pun ikut-ikutan membenci segala sesuatu yang berbau mainstream karena kata teman saya underground itu anti kemapanan, anti mainstream, dll.
Dulu semuanya jelas, aliran cadas,metal,underground,dll benci yang berbau mainstream seperti pop,dll. Fans metal yang akut masa iya ngefans juga sama backstreet boys,nsync,dll. Sekarang ini yang namanya hater itu sudah menjurus kepada satu musisi tertentu.
Contohnya, beberapa waktu lalu aliran emo sempat booming. Seperti halnya ska pada jaman saya SMA. Bedanya, dulu sesama aliran ska tidak saling berantem (yang saya tahu). Saya belum mendengar sesama fans ska berantem satu sama lain dan mengejek-ejek band kesayangannya masing-masing. Tetapi beda kasus dengan emo.
Di Indonesia, Pee Wee Gaskins (PWG) sepengetahuan saya adalah band yang sudah cukup lama berkiprah di aliran emo. Mereka juga punya fans setia yang disebut partydorks. Sekarang ini saya dengar ada kelompok yang menamakan dirinya Anti-PWG (APWG). Padahal orang - orang APWG ini juga penikmat aliran emo. Bahkan sempat diberitakan di acara ulang tahun suatu program televisi, saat PWG tampil terjadi tawuran antara fans PWG dan sekelompok orang (disinyalir APWG).
Kemudian ada lagi yang lebih menggelikan, sesama fans aliran pop berantem di internet. Mereka bahkan ikut menyerang fans dari musisi tertentu. Jadi selain artisnya yang mereka serang, fans nya pun ikut kena getahnya. Kalau kasus sebelumnya (PWG) sampai terjadi kekerasan, ya saya bisa bilang itu wajar karena akar dari emo sendiri adalah punk yang orang awam bilang identik dengan kekerasan.
Lucu, benar-benar lucu ketika segelintir orang yang beraliran pop menyebarkan propaganda anti terhadap satu musisi pop tertentu dan fansnya. Saya bingung, jika mereka mengejek musiknya lantas mereka juga mengejek musik artis idola mereka sendiri kan? backfire!
Saya jadi berandai-andai, misalnya para fans backstreet boys, saling ejek dengan para fans NSync. Apa yang mereka katakan?
fans BB : Hey NSync tuh ga bisa nyanyi, cuma Justin doang sisanya jual tampang!
fans NSync : Ngaca woi, lo pikir backstreet boys bisa nyanyi semua?
fans BB : Oh iya ya, bener juga
fans NSync : Backstreet boys tuh yang nyanyi cuma 1 orang sisanya cuma penari latar!
fans BB : Emangnya NSync engga? mana gay semua lagi!
fans NSync : Iya ya bener juga, tapi backstreet boy juga gay semua!
fans BB : Hmm iya juga sih, damai aja ya
fans NSync : Iya ayo kita damai
*Kemudian kedua fans yang sama-sama laki-laki ini pun berdamai dengan cara saling meremas pantat, and the rest is history* ewwwww gross!
Dalam industri musik, para musisi banyak yang memiliki fans dan tidak sedikit juga yang tidak suka. Wajar, karena tiap orang punya selera masing - masing. Dari jaman saya dulu masih duduk di bangku SMA, sudah sering saya lihat orang yang tidak suka jenis-jenis musik tertentu. Entah saya yang kurang bergaul atau gimana, yang saya lihat orang-orang tertentu hanya tidak menyukai/membenci aliran musik tertentu saja.
Dulu juga saya "terbawa arus" oleh teman - teman saya yang mengaku anak underground. Namanya anak remaja yang masih dalam pencarian jati diri (baca: LABIL), saya pun ikut-ikutan dengan mereka. Mencari tahu banyak referensi musik underground dalam dan luar negeri supaya tidak dibilang POSER dan dijauhi oleh teman-teman saya itu. Saya pun ikut-ikutan membenci segala sesuatu yang berbau mainstream karena kata teman saya underground itu anti kemapanan, anti mainstream, dll.
Dulu semuanya jelas, aliran cadas,metal,underground,dll benci yang berbau mainstream seperti pop,dll. Fans metal yang akut masa iya ngefans juga sama backstreet boys,nsync,dll. Sekarang ini yang namanya hater itu sudah menjurus kepada satu musisi tertentu.
Contohnya, beberapa waktu lalu aliran emo sempat booming. Seperti halnya ska pada jaman saya SMA. Bedanya, dulu sesama aliran ska tidak saling berantem (yang saya tahu). Saya belum mendengar sesama fans ska berantem satu sama lain dan mengejek-ejek band kesayangannya masing-masing. Tetapi beda kasus dengan emo.
Di Indonesia, Pee Wee Gaskins (PWG) sepengetahuan saya adalah band yang sudah cukup lama berkiprah di aliran emo. Mereka juga punya fans setia yang disebut partydorks. Sekarang ini saya dengar ada kelompok yang menamakan dirinya Anti-PWG (APWG). Padahal orang - orang APWG ini juga penikmat aliran emo. Bahkan sempat diberitakan di acara ulang tahun suatu program televisi, saat PWG tampil terjadi tawuran antara fans PWG dan sekelompok orang (disinyalir APWG).
Kemudian ada lagi yang lebih menggelikan, sesama fans aliran pop berantem di internet. Mereka bahkan ikut menyerang fans dari musisi tertentu. Jadi selain artisnya yang mereka serang, fans nya pun ikut kena getahnya. Kalau kasus sebelumnya (PWG) sampai terjadi kekerasan, ya saya bisa bilang itu wajar karena akar dari emo sendiri adalah punk yang orang awam bilang identik dengan kekerasan.
Lucu, benar-benar lucu ketika segelintir orang yang beraliran pop menyebarkan propaganda anti terhadap satu musisi pop tertentu dan fansnya. Saya bingung, jika mereka mengejek musiknya lantas mereka juga mengejek musik artis idola mereka sendiri kan? backfire!
Saya jadi berandai-andai, misalnya para fans backstreet boys, saling ejek dengan para fans NSync. Apa yang mereka katakan?
fans BB : Hey NSync tuh ga bisa nyanyi, cuma Justin doang sisanya jual tampang!
fans NSync : Ngaca woi, lo pikir backstreet boys bisa nyanyi semua?
fans BB : Oh iya ya, bener juga
fans NSync : Backstreet boys tuh yang nyanyi cuma 1 orang sisanya cuma penari latar!
fans BB : Emangnya NSync engga? mana gay semua lagi!
fans NSync : Iya ya bener juga, tapi backstreet boy juga gay semua!
fans BB : Hmm iya juga sih, damai aja ya
fans NSync : Iya ayo kita damai
*Kemudian kedua fans yang sama-sama laki-laki ini pun berdamai dengan cara saling meremas pantat, and the rest is history* ewwwww gross!
Friday, 26 November 2010
Day #6 : The Blitz Curse
*[spoiler alert] peringatan, jika anda mengikuti serial How I Met Your Mother dan belum nonton season 6 episode 10 sebaiknya anda tidak usah baca posting saya*
The Blitz adalah orang yang sial dalam artian, ketika dia tidak ikut berkumpul bersama teman-temannya kemudian si teman-temannya itu secara tidak sengaja menemukan hal-hal yang istimewa, sehingga The Blitz pun menyesal karena saat itu dia tidak bersama teman-temannya.
Well, saya jadi mengingat-ingat kejadian saat saya kelas 3 SMA. Saat itu kelas 3 mengadakan karya wisata ke Bali selama beberapa hari (lupa total berapa hari). Yang jelas di malam terakhir kami di Bali, saya memutuskan untuk tidur cepat karena esoknya kami akan berangkat pagi dan saya punya masalah dengan yang namanya bangun pagi ketika begadang.
Ternyata di malam terakhir itu, teman-teman saya awalnya hanya nongkrong-nongkrong di pinggir kolam renang dan entah karena ide gila siapa malam itu akhirnya teman-teman pada cebur-ceburan ke kolam, yup ada pool party tak disengaja. Teman saya baru cerita ke saya ketika sudah di Bandung (mungkin jaga perasaan kali ya), dan kalau disesuaikan dengan respon The Blitz di HIMYM, dalam hati saya pun berkata "Awwww, Man!!"
Yup, masa SMA saya ditutup dengan saya menjadi The Blitz.
*sekedar nostalgila karena abis nonton HIMYM season 6 episode 10 The Blitzkrieg*
Awww, Man!
The Blitz (the fat guy/Jorge Garcia)
sumber : http://static.tvfanatic.com
The Blitz adalah orang yang sial dalam artian, ketika dia tidak ikut berkumpul bersama teman-temannya kemudian si teman-temannya itu secara tidak sengaja menemukan hal-hal yang istimewa, sehingga The Blitz pun menyesal karena saat itu dia tidak bersama teman-temannya.
Well, saya jadi mengingat-ingat kejadian saat saya kelas 3 SMA. Saat itu kelas 3 mengadakan karya wisata ke Bali selama beberapa hari (lupa total berapa hari). Yang jelas di malam terakhir kami di Bali, saya memutuskan untuk tidur cepat karena esoknya kami akan berangkat pagi dan saya punya masalah dengan yang namanya bangun pagi ketika begadang.
Ternyata di malam terakhir itu, teman-teman saya awalnya hanya nongkrong-nongkrong di pinggir kolam renang dan entah karena ide gila siapa malam itu akhirnya teman-teman pada cebur-ceburan ke kolam, yup ada pool party tak disengaja. Teman saya baru cerita ke saya ketika sudah di Bandung (mungkin jaga perasaan kali ya), dan kalau disesuaikan dengan respon The Blitz di HIMYM, dalam hati saya pun berkata "Awwww, Man!!"
Yup, masa SMA saya ditutup dengan saya menjadi The Blitz.
*sekedar nostalgila karena abis nonton HIMYM season 6 episode 10 The Blitzkrieg*
Awww, Man!
sumber : http://static.tvfanatic.com
Thursday, 25 November 2010
Day #5 : Iseng Yang Kreatif
video SNSD, tapi liriknya keren!
kenapa saya post disini, karena baca liriknya kocak...menurut saya.
ini deskripsi dari si uploader nya, baca aja dulu...daripada ntar saya dimarah2in sama fans'nya SNSD hehehe.
This is Gee by SNSD (Girls' Generation) with subtitles stating what I think it sounds like in English...NOT a real translation! They are misheard words of the original Korean lyrics.
I hope you can read quickly.
kenapa saya post disini, karena baca liriknya kocak...menurut saya.
ini deskripsi dari si uploader nya, baca aja dulu...daripada ntar saya dimarah2in sama fans'nya SNSD hehehe.
This is Gee by SNSD (Girls' Generation) with subtitles stating what I think it sounds like in English...NOT a real translation! They are misheard words of the original Korean lyrics.
I hope you can read quickly.
Subscribe to:
Posts (Atom)