Thursday, 17 May 2012
My Thought
It's been awhile since my last post.
Melihat kondisi disekitar kita saat ini melalui pemberitaan di media massa, saya jadi merasa takut. Saya takut bahwa negara kita ini akan menjadi seperti UK yang digambarkan dalam film V for Vendetta. Dimana orang tidak boleh memiliki literatur yang dianggap "sesat" oleh penguasa. Dilarangnya literatur, buku, tesis, yang dianggap "sesat" adalah bentuk awal dari hilangnya kebebasan suatu individu untuk memiliki sifat kritis, untuk memiliki sebuah gagasan, dan hilangnya kebebasan untuk melakukan sebuah forum diskusi.
Okelah, dalam V for Vendetta itu bisa dibilang ekstrim. Tapi tidak menutup kemungkinan kita sendiri mengarah kesana. Sekarang begini, terjadi pada kita baru - baru ini suatu organisasi massa melakukan terror terhadap sekumpulan kecil orang yang sedang berdiskusi sebuah buku bersama penulisnya. Saya yakin dalam kumpulan itu tidak semuanya setuju dengan isi buku itu, ada yang tidak sependapat, atau ada yang tidak mengerti dengan isi buku itu karena itulah fungsinya sebuah forum diskusi untuk bertukar pikiran.
Jika ada kejadian seperti ini, menurut logika anda siapa yang harus dilindungi oleh aparat penegak hukum? Kalo menurut saya seharusnya peserta diskusi inilah yang dilindungi oleh penegak hukum, tapi kenyataannya malah si ormas inilah yang "dibela" oleh aparat penegak hukum. Silahkan nilai sendiri.
Biasanya saya cukup menahan diri untuk tidak mengeluarkan pendapat saya tentang kejadian - kejadian di negara kita ini saat melibatkan ormas tertentu, karena saya takut dicap darah saya halal, saya takut di cap JIL (Jaringan Islam Liberal), saya takut di cap yang aneh -aneh. Tapi untuk kasus yang satu ini, saya tidak bisa menahan diri untuk tidak menuangkan pendapat saya ini.
Silahkan cap saya JIL, atau simpatisan JIL. Toh tidak ada yang tahu apa yang ada dibenak saya tentang agama, konsep Ketuhanan, dan JIL. Toh tidak ada yang tahu apakah saya setuju dengan gagasan gagasan JIL. Hanya saya bisa mengatakan saya tidak setuju dengan JIL dan saya tidak juga seratus persen setuju dengan gerakan anti-JIL. Silahkan cap saya kafir, toh yang mencap saya kafir itu ibadahnya belum tentu diterima disisi Tuhannya.
Sekian,
*tidur lagi*
Wednesday, 29 February 2012
Thursday, 6 January 2011
menyerah 30 Hari Menulis
Saya menyerah dari program 30 Hari Menulis, kenapa?
Karena, postingan terakhir saya adalah 14 Desember 2010.
Sekarang 6 Januari 2011. Yang artinya hampir 1 bulan saya absen menulis di 30 Hari Menulis. Kenapa saya menyerah? Padahal bisa saya lanjutkan saja.
Buat apa saya lanjutkan, toh sudah terbukti saya tidak bisa menulis blog selama 30 HAri berturut-turut. Sewaktu program berjalan pun terkadang saya mengambil libur menulis di waktu-waktu tertentu (salah satunya long weekend).
Saya bisa saja lanjutkan program 30 Hari Menulis dengan alasan kesibukan yang menyita waktu saya. Walaupun kenyataannya kesibukan saya tidak benar-benar menyita seluruh waktu saya. Saya masih bisa kencan dengan pacar, saya masih bisa menuntaskan Mass Effect 2 dalam 2 hari, dan saya masih sempat menyelesaikan 1 musim Become A Legend di PES 2011. Bahkan saya masih bisa berkicau panjang lebar di twitter.
Jadi, kesimpulannya saya memang bukan penulis yang serius. Keseharian saya juga sulit dikonversi kedalam bentuk tulisan lalu dipublikasikan. Apalagi untuk menuangkan pikiran saya terhadap topik perbincangan khalayak ramai. Saya susah untuk menuangkan pikiran saya karena saya takut. Takut dianggap bicara tanpa fakta, dan takut terlalu frontal dan menyinggung orang lain.
Pacar saya pernah mengingatkan saya, bahwa pemikiran dan kritik saya kadang bisa saya sampaikan secara frontal dan pedas. Pemilihan kata-katanya pun seenak saya, karena itu saya seringkali dicap sebagai orang yang sombong.
Buat yang pernah merasa tersinggung dengan kata-kata saya. Mohon maaf lahir batin ya, biar kata lebaran udah lewat.
Karena, postingan terakhir saya adalah 14 Desember 2010.
Sekarang 6 Januari 2011. Yang artinya hampir 1 bulan saya absen menulis di 30 Hari Menulis. Kenapa saya menyerah? Padahal bisa saya lanjutkan saja.
Buat apa saya lanjutkan, toh sudah terbukti saya tidak bisa menulis blog selama 30 HAri berturut-turut. Sewaktu program berjalan pun terkadang saya mengambil libur menulis di waktu-waktu tertentu (salah satunya long weekend).
Saya bisa saja lanjutkan program 30 Hari Menulis dengan alasan kesibukan yang menyita waktu saya. Walaupun kenyataannya kesibukan saya tidak benar-benar menyita seluruh waktu saya. Saya masih bisa kencan dengan pacar, saya masih bisa menuntaskan Mass Effect 2 dalam 2 hari, dan saya masih sempat menyelesaikan 1 musim Become A Legend di PES 2011. Bahkan saya masih bisa berkicau panjang lebar di twitter.
Jadi, kesimpulannya saya memang bukan penulis yang serius. Keseharian saya juga sulit dikonversi kedalam bentuk tulisan lalu dipublikasikan. Apalagi untuk menuangkan pikiran saya terhadap topik perbincangan khalayak ramai. Saya susah untuk menuangkan pikiran saya karena saya takut. Takut dianggap bicara tanpa fakta, dan takut terlalu frontal dan menyinggung orang lain.
Pacar saya pernah mengingatkan saya, bahwa pemikiran dan kritik saya kadang bisa saya sampaikan secara frontal dan pedas. Pemilihan kata-katanya pun seenak saya, karena itu saya seringkali dicap sebagai orang yang sombong.
Buat yang pernah merasa tersinggung dengan kata-kata saya. Mohon maaf lahir batin ya, biar kata lebaran udah lewat.
Tuesday, 14 December 2010
Day #15 : TV Sucks!
Dijaman sekarang ini, akses untuk mendapatkan berbagai informasi sangat mudah didapatkan terutama melalui internet. Akses internet sekarang ini sudah sangat mudah. Selain masih tersedianya banyak warnet, provider-provider internet sudah banyak bermunculan. Bahkan operator-operator GSM dan CDMA saat ini memiliki produk mobile internet dengan harga yang bervariatif.
Tetapi dengan sebegitu mudahnya akses informasi, mengapa stasiun-stasiun televisi lokal kita tidak memanfaatkan akses itu untuk mencari ide untuk program acara mereka? Hampir semua program televisi lokal isinya sinetron, infotaimen, dan reality show (lebih tepatnya sinetron yang dibuat seolah-olah seperti reality show). Satu-satunya yang bisa menghibur hanyalah saat mereka menayangkan film-film box office dan siaran langsung sepak bola. tanya kenapa
Tetapi dengan sebegitu mudahnya akses informasi, mengapa stasiun-stasiun televisi lokal kita tidak memanfaatkan akses itu untuk mencari ide untuk program acara mereka? Hampir semua program televisi lokal isinya sinetron, infotaimen, dan reality show (lebih tepatnya sinetron yang dibuat seolah-olah seperti reality show). Satu-satunya yang bisa menghibur hanyalah saat mereka menayangkan film-film box office dan siaran langsung sepak bola. tanya kenapa
Monday, 13 December 2010
Day #14 : Nekat
Tadi saya baru selesai ujian akhir semester yang sepertinya akan menjadi UAS terakhir saya di ITB sebagai mahasiswa pasca sarjana :p
Satu tantangan lagi yang harus dihadapi untuk mendapat gelar MT. aheeyyy. Semoga selama thesis, tidak dihinggapi kemalasan.
Karena ujian hari ini kebetulan adalah mata kuliah yang sempat diisi oleh dosen tamu yang sombong, dan sotoy. Selesai ujian tadi kami sempat bercanda-canda sedikit dan meniru gaya bicara si dosen tamu ini.
Kemudian teman saya bilang bahwa si dosen tamu ini juga suka menjelek-jelekan bangsa sendiri, dan mengagung-agungkan Amerika. Si dosen tamu ini pernah bilang bahwa anak muda Amerika pada berani - berani semua alias nekat, pada berani main skateboard dll. Lalu si dosen ini bilang, di Indonesia anak mudanya mana ada yang begitu.
Ternyata si dosen ini selain arogan, sotoy, dia juga sangat kurang pergaulan dan berwawasan sempit. Kenapa? Komunitas - komunitas skateboard, in-line skate, parkour dan extreme game lainnya sudah banyak tubuh di kota - kota di Indonesia. Apalagi masalah berani apalagi nekat. Indonesia boleh jadi salah satu bangsa dengan masyarakat ternekat di dunia, menurut saya.
Kenapa? Coba amati KRL - KRL di Jakarta pada pagi dan sore hari. Banyak yang berdesak-desakkan di sambungan gerbong, bergelantungan di pintu dan jendela, bahkan di atap gerbong kereta. Nekat? Menurut saya itu nekat. Kenapa mereka berbuat senekat itu? karena mereka setiap pagi beraktivitas di Jakarta baik itu menimba ilmu maupun mencari nafkah, mereka sudah harus tiba di pagi hari karena itu ada jam - jam tertentu di mana penumpang KRL padat sekali. Begitu juga pada sore-malam hari, daripada ketinggalan kereta dan harus menggunakan angkutan umum seperti angkot,kopaja,bus kota yang mungkin jauh lebih mahal, lebih baik mereka berdesak-desakan. Nekat untuk suatu alasan, bagian dari perjuangan hidup mereka.
Setiap 5 tahun sekali ada yang namanya pemilihan umum alias pesta demokrasi alias ajang pembodohan rakyat. Pemilu identik dengan kampanye, kampanye identik dengan convoy, iring-iringan, arak-arakan massal. Dalam arak-arakan pasti ada yang namanya kendaraan umum seperti angkot, kopaja, dll dicarter untuk arak-arakan. Angkutan-angkutan itu pasti penuh dengan para "simpatisan" baik di dalam kendaraan maupun diatap kendaraan! Bahkan terkadang ada orang tua nekat yang mengajak anaknya untuk ikut diatap. Nekat untuk upah ikut kampanye yang mungkin (maaf) tidak seberapa untuk orang-orang yang berkecukupan.
Di Indonesia sepakbola merupakan olahraga favorit. Setiap ada pertandingan sepakbola, baik itu divisi amatir sampai profesional pasti ada yang namanya supporter alias pendukung. Salah satu pendukung yang terkenal nekat adalah arek-arek Suroboyo yang dikenal dengan nama bonek alias bondo nekat atau kalau tidak salah artinya adalah modal nekat. Nekat dalam arti tidak peduli punya atau tidak punya uang, makan atau tidak makan yang penting mereka akan selalu mengikuti tim kesayangan mereka Persebaya Surabaya dimanapun Persebaya bertanding.
Oh iya satu lagi nekat yang benar - benar nekat, sewaktu gunung Merapi sedang aktif banyak warga yang sudah dilarang untuk tidak kembali ke desanya karena masih dalam status bahaya, tetapi mereka tetap kembali lagi ke desanya. Nekat? ya. Alasannya? Untuk melihat kondisi dan memberi makan ternak - ternak mereka. Mereka nekat karena ada alasannya. Ternak - ternak itu mata pencaharian mereka, seandainya pemerintah memperhatikan rakyatnya tidak sibuk dengan pencitraan yang semakin hari semakin idiot mungkin mereka pun tidak akan bertindak nekat seperti itu.
Ada lagi yang nekat demi menjalankan tugasnya menegakkan hukum, dan menjaga keamanan warga. Dulu di Bandung pernah ada perampokan bersenjata di toko perhiasan yang disinyalir dilakukan oleh teroris. Saat itu para teroris menggunakan senjata semi otomatis. Petugas kepolisian yang pertama datang ke lokasi perampokan, dari beberapa anggota polisi hanya satu orang yang membawa senjata api itupun hanya pistol revolver laras pendek. Alhasil, para perampok menang dalam baku tembak dan beberapa petugas polisi terluka. Mungkin beberapa orang melihat itu adalah nekat yang bodoh, konyol. Tetapi mereka tetap menjalankan tugas kan? Berusaha menghentikan sebuah tindakan kriminal walaupun memiliki keterbatasan senjata. Usaha mereka pun patut dihargai dong.
Jadi apa iya kita kalah nekat sama orang dari negara lain? Apa iya nekatnya mereka ada artinya jika dibandingkan dengan kenekatan saudara-saudar kita bangsa Indonesia yang sudah saya sebutkan diatas?
Satu tantangan lagi yang harus dihadapi untuk mendapat gelar MT. aheeyyy. Semoga selama thesis, tidak dihinggapi kemalasan.
Karena ujian hari ini kebetulan adalah mata kuliah yang sempat diisi oleh dosen tamu yang sombong, dan sotoy. Selesai ujian tadi kami sempat bercanda-canda sedikit dan meniru gaya bicara si dosen tamu ini.
Kemudian teman saya bilang bahwa si dosen tamu ini juga suka menjelek-jelekan bangsa sendiri, dan mengagung-agungkan Amerika. Si dosen tamu ini pernah bilang bahwa anak muda Amerika pada berani - berani semua alias nekat, pada berani main skateboard dll. Lalu si dosen ini bilang, di Indonesia anak mudanya mana ada yang begitu.
Ternyata si dosen ini selain arogan, sotoy, dia juga sangat kurang pergaulan dan berwawasan sempit. Kenapa? Komunitas - komunitas skateboard, in-line skate, parkour dan extreme game lainnya sudah banyak tubuh di kota - kota di Indonesia. Apalagi masalah berani apalagi nekat. Indonesia boleh jadi salah satu bangsa dengan masyarakat ternekat di dunia, menurut saya.
Kenapa? Coba amati KRL - KRL di Jakarta pada pagi dan sore hari. Banyak yang berdesak-desakkan di sambungan gerbong, bergelantungan di pintu dan jendela, bahkan di atap gerbong kereta. Nekat? Menurut saya itu nekat. Kenapa mereka berbuat senekat itu? karena mereka setiap pagi beraktivitas di Jakarta baik itu menimba ilmu maupun mencari nafkah, mereka sudah harus tiba di pagi hari karena itu ada jam - jam tertentu di mana penumpang KRL padat sekali. Begitu juga pada sore-malam hari, daripada ketinggalan kereta dan harus menggunakan angkutan umum seperti angkot,kopaja,bus kota yang mungkin jauh lebih mahal, lebih baik mereka berdesak-desakan. Nekat untuk suatu alasan, bagian dari perjuangan hidup mereka.
Setiap 5 tahun sekali ada yang namanya pemilihan umum alias pesta demokrasi alias ajang pembodohan rakyat. Pemilu identik dengan kampanye, kampanye identik dengan convoy, iring-iringan, arak-arakan massal. Dalam arak-arakan pasti ada yang namanya kendaraan umum seperti angkot, kopaja, dll dicarter untuk arak-arakan. Angkutan-angkutan itu pasti penuh dengan para "simpatisan" baik di dalam kendaraan maupun diatap kendaraan! Bahkan terkadang ada orang tua nekat yang mengajak anaknya untuk ikut diatap. Nekat untuk upah ikut kampanye yang mungkin (maaf) tidak seberapa untuk orang-orang yang berkecukupan.
Di Indonesia sepakbola merupakan olahraga favorit. Setiap ada pertandingan sepakbola, baik itu divisi amatir sampai profesional pasti ada yang namanya supporter alias pendukung. Salah satu pendukung yang terkenal nekat adalah arek-arek Suroboyo yang dikenal dengan nama bonek alias bondo nekat atau kalau tidak salah artinya adalah modal nekat. Nekat dalam arti tidak peduli punya atau tidak punya uang, makan atau tidak makan yang penting mereka akan selalu mengikuti tim kesayangan mereka Persebaya Surabaya dimanapun Persebaya bertanding.
Oh iya satu lagi nekat yang benar - benar nekat, sewaktu gunung Merapi sedang aktif banyak warga yang sudah dilarang untuk tidak kembali ke desanya karena masih dalam status bahaya, tetapi mereka tetap kembali lagi ke desanya. Nekat? ya. Alasannya? Untuk melihat kondisi dan memberi makan ternak - ternak mereka. Mereka nekat karena ada alasannya. Ternak - ternak itu mata pencaharian mereka, seandainya pemerintah memperhatikan rakyatnya tidak sibuk dengan pencitraan yang semakin hari semakin idiot mungkin mereka pun tidak akan bertindak nekat seperti itu.
Ada lagi yang nekat demi menjalankan tugasnya menegakkan hukum, dan menjaga keamanan warga. Dulu di Bandung pernah ada perampokan bersenjata di toko perhiasan yang disinyalir dilakukan oleh teroris. Saat itu para teroris menggunakan senjata semi otomatis. Petugas kepolisian yang pertama datang ke lokasi perampokan, dari beberapa anggota polisi hanya satu orang yang membawa senjata api itupun hanya pistol revolver laras pendek. Alhasil, para perampok menang dalam baku tembak dan beberapa petugas polisi terluka. Mungkin beberapa orang melihat itu adalah nekat yang bodoh, konyol. Tetapi mereka tetap menjalankan tugas kan? Berusaha menghentikan sebuah tindakan kriminal walaupun memiliki keterbatasan senjata. Usaha mereka pun patut dihargai dong.
Jadi apa iya kita kalah nekat sama orang dari negara lain? Apa iya nekatnya mereka ada artinya jika dibandingkan dengan kenekatan saudara-saudar kita bangsa Indonesia yang sudah saya sebutkan diatas?
Wednesday, 8 December 2010
Day #13 : Hal Bodoh Dapat Menyebabkan Penyesalan Seumur Hidup!
Setelah kemarin meliburkan diri dari program 30 Hari Menulis dikarenakan long weekend akhirnya saya kembali menulis (alasan!!!)
Saya tulis judul kegiatan aman yang membahayakan. Maksudnya bagaimana?
Kegiatan aman bisa berubah menjadi membahayakan dalam situasi tertentu.
Yang paling jelas tentu saja menggunakan telepon seluler saat sedang mengemudi! Karena itu saya sangat mendukung undang-undang yang melarang pengemudi mengoperasikan telepon selulernya ketika berkendara. Saya heran, masih ada aja orang - orang yang cukup idiot untuk mencak - mencak ketika ditilang karena menggunakan hp saat mengemudi. Buat dia aman, buat orang lain belum tentu!
Kegiatan yang lain yang dapat membahayakan adalah ketika di sekitar kita ada anak - anak (anak kecil). Baru saja tadi ibu saya cerita, ada kejadian dimana istrinya teman ibu mengalami kecelakaan ketika sedang korek kuping! Saat itu sang korban sedang melakukan kegiatan membersihkan telinganya dengan cotton bud, kemudian entah bagaimana ceritanya sang anak menepuk tangan sang ibu yang sedang membersihkan telinga, sehingga telinganya sang ibu tertusuk cotton bud dan mengucur deraslah darah dari telinga si ibu yang ditepuk anaknya itu.
Karena itu Bapak saya langsung menasehati saya, ketika nanti punya anak. Kita sebagai orang tua harus selalu mengawasi anak dan juga kita harus berhati-hati juga dengan kegiatan yang kita lakukan. contoh nyata ya insiden cotton bud yang sudah saya ceritakan tadi. Anak memang sebaiknya tidak dilarang ini itu, tetapi harus selalu tetap diawasi oleh orang tuanya. Lalai sedikit, akibatnya bisa fatal dan menjadi penyesalan seumur hidup!
Kadang ada orang - orang tertentu yang melihat orang tua melakukan tindakan tindakan preventif untuk sang anak dianggap overprotektif, seperti yang orang tua saya lakukan saat saya dan adik saya masih kecil. Semua stop kontak ditutupi dengan karton dan lakban, semua sudut-sudut furniture seperti tempat tidur, sofa, meja, dll yang sudutnya tajam dibungkus dengan busa. Bahkan waktu saya kecil, saya sama sekali tidak diperbolehkan memegang penserut (sleper) pensil, apalagi gunting (ini menjelaskan kenapa saya sampai detik ini tidak bisa menggunting dengan rapih!).
Tetapi bukankah memang lebih baik melakukan tindakan-tindakan pencegahan daripada nantinya sesal dikemudian hari? Seberapa pentingnya sih mahir dalam menggunakan gunting saat masih kecil ketika resikonya adalah (mungkin) kehilangan salah satu jari tangan atau luka gores permanen? kalo itu anak saya, saya tidak mau ambil resiko!
Apa iya lebih memilih interior rumah harus selalu terlihat bagus dan rapih tanpa ada tambalan-tambalan busa di setiap sudut lancip furniture rumah, jika resikonya anak tersandung kemudian terbentur sudut tajam tersebut dan mengalami cacat seumur hidup? mau menanggung resiko seperti itu? saya sih tidak mau!
Pembatasan-pembatasan seperti tidak boleh pegang gunting dll, apa tidak membuat anak menjadi kurang kreatif? Untuk menumbuhkan kreatifitas anak tidak harus selalu menempatkan anak dalam resiko yang besar kan? Bapak saya setiap malam di paviliun rumah (alm) Eyang Ti (nenek) mengajarkan saya dasar pertukangan, seperti menggunakan palu,tang,gergaji dan kakatua (sejenis tang untuk melepas paku). This is an explanation why I'm so awesome in carpentry, NOT! ;p
Intinya, jika beruntung dikaruniakan anak oleh Tuhan. Jaga dan rawat karunia terbesar itu dengan baik. Sebisa mungkin jaga jangan sampai ada hal-hal teledor,sembrono,dan bodoh menjadi malapetaka dan membuat diri kita menyesal seumur hidup!
Akhir kata, maaf kalau terdengar seperti mengkuliahi atau menceramahi. Saya sendiri belum pengalaman karena belum berkeluarga. Tetapi jika nanti saya berkesempatan dikaruniai anak oleh Tuhan, dalam membesarkan anak saya akan mencontoh orang tua saya. Kenapa? Karena saya bersyukur kedua orang tua saya sangat mencintai dan menyayangi, serta selalu menjaga saya dan adik saya.
Alhamdulillah.
*seiring dengan tulisan ini, kami sekeluarga untuk sementara ditinggal oleh adik saya yang sedang dalam perjalanan menunaikan tugas ke negeri orang. Have a safe trip, brother...GODSPEED!*
Saya tulis judul kegiatan aman yang membahayakan. Maksudnya bagaimana?
Kegiatan aman bisa berubah menjadi membahayakan dalam situasi tertentu.
Yang paling jelas tentu saja menggunakan telepon seluler saat sedang mengemudi! Karena itu saya sangat mendukung undang-undang yang melarang pengemudi mengoperasikan telepon selulernya ketika berkendara. Saya heran, masih ada aja orang - orang yang cukup idiot untuk mencak - mencak ketika ditilang karena menggunakan hp saat mengemudi. Buat dia aman, buat orang lain belum tentu!
Kegiatan yang lain yang dapat membahayakan adalah ketika di sekitar kita ada anak - anak (anak kecil). Baru saja tadi ibu saya cerita, ada kejadian dimana istrinya teman ibu mengalami kecelakaan ketika sedang korek kuping! Saat itu sang korban sedang melakukan kegiatan membersihkan telinganya dengan cotton bud, kemudian entah bagaimana ceritanya sang anak menepuk tangan sang ibu yang sedang membersihkan telinga, sehingga telinganya sang ibu tertusuk cotton bud dan mengucur deraslah darah dari telinga si ibu yang ditepuk anaknya itu.
Karena itu Bapak saya langsung menasehati saya, ketika nanti punya anak. Kita sebagai orang tua harus selalu mengawasi anak dan juga kita harus berhati-hati juga dengan kegiatan yang kita lakukan. contoh nyata ya insiden cotton bud yang sudah saya ceritakan tadi. Anak memang sebaiknya tidak dilarang ini itu, tetapi harus selalu tetap diawasi oleh orang tuanya. Lalai sedikit, akibatnya bisa fatal dan menjadi penyesalan seumur hidup!
Kadang ada orang - orang tertentu yang melihat orang tua melakukan tindakan tindakan preventif untuk sang anak dianggap overprotektif, seperti yang orang tua saya lakukan saat saya dan adik saya masih kecil. Semua stop kontak ditutupi dengan karton dan lakban, semua sudut-sudut furniture seperti tempat tidur, sofa, meja, dll yang sudutnya tajam dibungkus dengan busa. Bahkan waktu saya kecil, saya sama sekali tidak diperbolehkan memegang penserut (sleper) pensil, apalagi gunting (ini menjelaskan kenapa saya sampai detik ini tidak bisa menggunting dengan rapih!).
Tetapi bukankah memang lebih baik melakukan tindakan-tindakan pencegahan daripada nantinya sesal dikemudian hari? Seberapa pentingnya sih mahir dalam menggunakan gunting saat masih kecil ketika resikonya adalah (mungkin) kehilangan salah satu jari tangan atau luka gores permanen? kalo itu anak saya, saya tidak mau ambil resiko!
Apa iya lebih memilih interior rumah harus selalu terlihat bagus dan rapih tanpa ada tambalan-tambalan busa di setiap sudut lancip furniture rumah, jika resikonya anak tersandung kemudian terbentur sudut tajam tersebut dan mengalami cacat seumur hidup? mau menanggung resiko seperti itu? saya sih tidak mau!
Pembatasan-pembatasan seperti tidak boleh pegang gunting dll, apa tidak membuat anak menjadi kurang kreatif? Untuk menumbuhkan kreatifitas anak tidak harus selalu menempatkan anak dalam resiko yang besar kan? Bapak saya setiap malam di paviliun rumah (alm) Eyang Ti (nenek) mengajarkan saya dasar pertukangan, seperti menggunakan palu,tang,gergaji dan kakatua (sejenis tang untuk melepas paku). This is an explanation why I'm so awesome in carpentry, NOT! ;p
Intinya, jika beruntung dikaruniakan anak oleh Tuhan. Jaga dan rawat karunia terbesar itu dengan baik. Sebisa mungkin jaga jangan sampai ada hal-hal teledor,sembrono,dan bodoh menjadi malapetaka dan membuat diri kita menyesal seumur hidup!
Akhir kata, maaf kalau terdengar seperti mengkuliahi atau menceramahi. Saya sendiri belum pengalaman karena belum berkeluarga. Tetapi jika nanti saya berkesempatan dikaruniai anak oleh Tuhan, dalam membesarkan anak saya akan mencontoh orang tua saya. Kenapa? Karena saya bersyukur kedua orang tua saya sangat mencintai dan menyayangi, serta selalu menjaga saya dan adik saya.
Alhamdulillah.
*seiring dengan tulisan ini, kami sekeluarga untuk sementara ditinggal oleh adik saya yang sedang dalam perjalanan menunaikan tugas ke negeri orang. Have a safe trip, brother...GODSPEED!*
Friday, 3 December 2010
Day #12 : Alhamdulillah
Alhamdulillah hari ini sepertinya akan ditutup dengan hal-hal yang positif.
Setelah memulai hari ini dengan sangat buruk seperti bangun kesiangan, dan tidak sempat bimbingan tesis dengan dosen pembimbing tetapi akhirnya ada hal positif yang membahagiakan yang saya alami.
Apakah itu? Menghabiskan waktu bersama pacar saya. Awalnya saya hanya iseng untuk menemui pacar saya dikantornya. Pacar saya mengajak makan diluar. Saya setuju, tapi kemudian saya bilang untuk mampir kerumah saya untuk simpan mobil karena repot kalau pergi dengan dua mobil.
Dijalan, pacar saya menelpon saya. Dia mengatakan kepalanya sakit, dan dia memutuskan untuk pulang ke rumahnya. Saya pun membujuk dia untuk tetap kerumah saya untuk istirahat karena jalanan ke arah rumahnya kalau sore adalah macet dimana-mana.
Akhirnya pacar setuju untuk istirahat dulu dirumah saya. Sampai rumah, ibu menawarkan untuk memesan makanan karena si mbak tidak masak. Akhirnya saya dan pacar saya menghabiskan waktu berdua hanya menonton film dan makan banyak sampai kekenyangan. Bagi sebagian orang hal itu terdengar membosankan, tetapi bagi saya hal itu menyenangkan.
Thank you for today, honey. :)
Setelah memulai hari ini dengan sangat buruk seperti bangun kesiangan, dan tidak sempat bimbingan tesis dengan dosen pembimbing tetapi akhirnya ada hal positif yang membahagiakan yang saya alami.
Apakah itu? Menghabiskan waktu bersama pacar saya. Awalnya saya hanya iseng untuk menemui pacar saya dikantornya. Pacar saya mengajak makan diluar. Saya setuju, tapi kemudian saya bilang untuk mampir kerumah saya untuk simpan mobil karena repot kalau pergi dengan dua mobil.
Dijalan, pacar saya menelpon saya. Dia mengatakan kepalanya sakit, dan dia memutuskan untuk pulang ke rumahnya. Saya pun membujuk dia untuk tetap kerumah saya untuk istirahat karena jalanan ke arah rumahnya kalau sore adalah macet dimana-mana.
Akhirnya pacar setuju untuk istirahat dulu dirumah saya. Sampai rumah, ibu menawarkan untuk memesan makanan karena si mbak tidak masak. Akhirnya saya dan pacar saya menghabiskan waktu berdua hanya menonton film dan makan banyak sampai kekenyangan. Bagi sebagian orang hal itu terdengar membosankan, tetapi bagi saya hal itu menyenangkan.
Thank you for today, honey. :)
Thursday, 2 December 2010
Day #11 : Hari Baik
Kemarin adalah hari baik untuk saya.
Kemarin setelah bangun pagi, saya merasa memiliki hawa positif saat itu.
Dan ternyata memang hal itu benar adanya.
Pemodelan untuk tesis saya berjalan dengan baik, hasilnya pun memenuhi syarat yang sudah ditetapkan oleh standard code yang ada.
Sorenya bersama sang pacar, kami nonton film Babies di Ciwalk. Biarpun filmnya tanpa alur tetapi kami sangat terhibur melihat keluguan para bayi di film itu.
Ketika jemput pacar dikantornya pun, ternyata saya dibeliin kebab. Kebetulan saya akhir-akhir ini memang lagi suka banget sama yang namanya kebab.
Setelah beres nonton, kami ke mangkok ayam di setiabudi. Walaupun ada insiden yang tidak mengenakan disana tapi semua itu terhapus karena makanannya enak. Setelah makan, kami sempatkan ke Periplus. Saya nemu 3 seri buku warcraft, harganya pun cocok tapi ga jadi beli mengingat minggu depan sudah UAS dan saya pun sebisa mungkin sebelum libur natal dan tahun baru sudah bisa maju untuk seminar tesis yang kedua.
Jadilah yang beli buku disana hanyalah pacar saya. Dari Setiabudi, pacar saya mau cari DVD serial dan kami pun ke movie room di wirangun-angun. Saya menemukan DVD The Big 4 (Metallica,Anthrax,Megadeth,Slayers) Live From Sofia. Selama ini saya hanya melihat cuplikan-cuplikan konser ini di Youtube. Akhirnya kesampaian juga punya DVDnya.
Ya, saya bisa bilang bahwa kemarin adalah hari baik untuk saya. Pemodelan untuk tesis berhasil, makan enak, dan dapet dvd. Semoga hari inipun menjadi hari yang lebih baik lagi untuk saya. Amin!
Kemarin setelah bangun pagi, saya merasa memiliki hawa positif saat itu.
Dan ternyata memang hal itu benar adanya.
Pemodelan untuk tesis saya berjalan dengan baik, hasilnya pun memenuhi syarat yang sudah ditetapkan oleh standard code yang ada.
Sorenya bersama sang pacar, kami nonton film Babies di Ciwalk. Biarpun filmnya tanpa alur tetapi kami sangat terhibur melihat keluguan para bayi di film itu.
Ketika jemput pacar dikantornya pun, ternyata saya dibeliin kebab. Kebetulan saya akhir-akhir ini memang lagi suka banget sama yang namanya kebab.
Setelah beres nonton, kami ke mangkok ayam di setiabudi. Walaupun ada insiden yang tidak mengenakan disana tapi semua itu terhapus karena makanannya enak. Setelah makan, kami sempatkan ke Periplus. Saya nemu 3 seri buku warcraft, harganya pun cocok tapi ga jadi beli mengingat minggu depan sudah UAS dan saya pun sebisa mungkin sebelum libur natal dan tahun baru sudah bisa maju untuk seminar tesis yang kedua.
Jadilah yang beli buku disana hanyalah pacar saya. Dari Setiabudi, pacar saya mau cari DVD serial dan kami pun ke movie room di wirangun-angun. Saya menemukan DVD The Big 4 (Metallica,Anthrax,Megadeth,Slayers) Live From Sofia. Selama ini saya hanya melihat cuplikan-cuplikan konser ini di Youtube. Akhirnya kesampaian juga punya DVDnya.
Ya, saya bisa bilang bahwa kemarin adalah hari baik untuk saya. Pemodelan untuk tesis berhasil, makan enak, dan dapet dvd. Semoga hari inipun menjadi hari yang lebih baik lagi untuk saya. Amin!
Wednesday, 1 December 2010
Day #10 : Gimana Rasanya Kerja Kantoran?
1. Bangun subuh, tapi tidak tidur lagi. Melainkan bersiap-siap untuk ngantor.
2. Berangkat pagi, ikut-ikutan kena macet di jalan demi ga kena semprot si bos.
3. Jam pulang kantor tidak menentu, terkadang bisa ga pulang karena deadline.
4. Belum tentu ada waktu untuk main game, kecuali weekend.
5. Weekend pun belum tentu libur, tergantung deadline project.
6. Di tengah-tengah padatnya kerjaan, tiba-tiba kerjaannya nambah.
7. Ngebimbing adik-adik mahasiswa yang lagi kerja praktek.
8. Udah niat mau ambil cuti, di tolak si bos cutinya.
9. Hari menjelang gajian terasa lambat.
10.Facebook, YM diblok admin kantor.
Poin-poin diatas adalah rangkuman dari keluh kesah, dan suka duka teman-teman saya yang saat ini merupakan orang-orang kantoran.
Saya sendiri merasakan kerja kantoran hanya 2 minggu saat kerja praktek, karena sisanya dihabiskan di lapangan.
Tidak semua orang ingin kerja kantoran, banyak yang lebih senang mengembangkan usaha dll. Saya sendiri punya keinginan untuk punya usaha salon mobil, cafe, dan restoran keluarga. Tetapi saya pun punya keinginan untuk merasakan kerja kantoran.
Pada waktunya, sayapun akan mengalami menjadi pekerja kantoran dan memiliki pengalaman tersendiri yang mungkin unik,konyol,menyebalkan,menyenangkan,dll.
2. Berangkat pagi, ikut-ikutan kena macet di jalan demi ga kena semprot si bos.
3. Jam pulang kantor tidak menentu, terkadang bisa ga pulang karena deadline.
4. Belum tentu ada waktu untuk main game, kecuali weekend.
5. Weekend pun belum tentu libur, tergantung deadline project.
6. Di tengah-tengah padatnya kerjaan, tiba-tiba kerjaannya nambah.
7. Ngebimbing adik-adik mahasiswa yang lagi kerja praktek.
8. Udah niat mau ambil cuti, di tolak si bos cutinya.
9. Hari menjelang gajian terasa lambat.
10.Facebook, YM diblok admin kantor.
Poin-poin diatas adalah rangkuman dari keluh kesah, dan suka duka teman-teman saya yang saat ini merupakan orang-orang kantoran.
Saya sendiri merasakan kerja kantoran hanya 2 minggu saat kerja praktek, karena sisanya dihabiskan di lapangan.
Tidak semua orang ingin kerja kantoran, banyak yang lebih senang mengembangkan usaha dll. Saya sendiri punya keinginan untuk punya usaha salon mobil, cafe, dan restoran keluarga. Tetapi saya pun punya keinginan untuk merasakan kerja kantoran.
Pada waktunya, sayapun akan mengalami menjadi pekerja kantoran dan memiliki pengalaman tersendiri yang mungkin unik,konyol,menyebalkan,menyenangkan,dll.
Tuesday, 30 November 2010
Day #9 : Teman dan Tesis
Saat ini saya sedang mengalami kesulitan dengan tesis magister saya.
Pemodelan dengan bantuan software yang saya lakukan, hasilnya tak kunjung memuaskan.
Jika saya set untuk kalkulasi otomatis, hasil dari model saya tidak kunjung konvergen seandainya pun konvergen, akan ada error message yang menyatakan model saya melampaui persyaratan yang ada.
Awalnya saya iseng tanya-tanya ke teman seangkatan s2 saya yang sekarang ini sudah jarang kuliah karena kerja di Jakarta. Lalu dia bilang, ada teman seangkatan saya waktu s1 yang pekerjaannya memang berkutat di bidang yang sama dengan tema tesis saya.
Akhirnya saya pun mengontak dia dan kami banyak berdiskusi. Saya juga merasa sangat bersyukur sekali karena teman saya itu rela meluangkan waktunya untuk berdiskusi mengenai tesis saya disela-sela kesibukannya, apalagi saya tahu bahwa kantornya baru saja mendapatkan proyek besar dimana dia terlibat didalamnya.
Dari diskusi-diskusi tersebut, saya mendapatkan sedikit gambaran tentang apa yang harus saya lakukan. Memang semua itu harus dimulai lagi dari awal. Kembali ke fase desain, padahal sebelumnya desain saya sudah di acc oleh promotor (dosen pembimbing) saya. Tapi bagi saya semua itu bukan masalah, karena yang penting tesis magister saya bisa saya rampungkan dengan hasil yang memuaskan.
Pemodelan dengan bantuan software yang saya lakukan, hasilnya tak kunjung memuaskan.
Jika saya set untuk kalkulasi otomatis, hasil dari model saya tidak kunjung konvergen seandainya pun konvergen, akan ada error message yang menyatakan model saya melampaui persyaratan yang ada.
Awalnya saya iseng tanya-tanya ke teman seangkatan s2 saya yang sekarang ini sudah jarang kuliah karena kerja di Jakarta. Lalu dia bilang, ada teman seangkatan saya waktu s1 yang pekerjaannya memang berkutat di bidang yang sama dengan tema tesis saya.
Akhirnya saya pun mengontak dia dan kami banyak berdiskusi. Saya juga merasa sangat bersyukur sekali karena teman saya itu rela meluangkan waktunya untuk berdiskusi mengenai tesis saya disela-sela kesibukannya, apalagi saya tahu bahwa kantornya baru saja mendapatkan proyek besar dimana dia terlibat didalamnya.
Dari diskusi-diskusi tersebut, saya mendapatkan sedikit gambaran tentang apa yang harus saya lakukan. Memang semua itu harus dimulai lagi dari awal. Kembali ke fase desain, padahal sebelumnya desain saya sudah di acc oleh promotor (dosen pembimbing) saya. Tapi bagi saya semua itu bukan masalah, karena yang penting tesis magister saya bisa saya rampungkan dengan hasil yang memuaskan.
Monday, 29 November 2010
Day #8 : Terapi Akupunktur
Beberapa minggu yang lalu saya mengikuti terapi akupunktur bersama ibu saya di jl. Supratman. Tujuannya untuk menekan nafsu makan dan ngemil saya. Pertama kali datang ke tempat akupuntur tersebut, saya dan ibu harus menunggu lama untuk terapi. Kami menunggu hampir 1 jam, jadi total sampai selesai terapi sekitar 2 jam! Karena terapinya sendiri membutuhkan waktu sekitar 45 menit.
Berbekal pengalaman di hari pertama akupunktur, untuk hari kedua kami memutuskan datang pagi untuk ikut terapi sesi 1. Kami datang jam 9 pagi, memang kami langsung dipanggil untuk masuk ke ruang akupunktur tetapi terapisnya belum datang. Kami menunggu hampir 2 jam, baru terapisnya datang. Total waktu yang kami habiskan untuk terapi hari kedua adalah kurang lebih 3 jam!
Hari ketiga terapi, kami datang jam 10:30 pagi karena menurut petugas front office sesi kedua biasanya sepi dan jarang mengantri. Untuk terapi hari ketiga pun kami bisa dapat cepat, dan total waktu yang dibutuhkan hanya kurang lebih 1 jam.
Hari keempat terapi, saya datang sendiri karena ibu sudah terapi duluan beberapa hari sebelumnya. Karena saya malas untuk menunggu, saya telepon tempat terapinya untuk memesan tempat. Mereka bilang langsung datang saja karena lagi kosong. Total waktu yang saya habiskan untuk terapi tersebut sekitar satu setengah jam.
Hari kelima terapi, saya datang bersama ibu saya. Kali ini kami menunggu cukup lama. Total waktu yang kami habiskan sekitar 2 jam! Karena entah kenapa dijam yang sama dengan hari-hari sebelumnya kali ini pasiennya sangat banyak.
Terapi keenam belum saya lakukan karena memang tidak ada waktu untuk itu. Hasil terapi untuk saya tidak terlalu memberikan efek, karena saya masih sering merasa lapar diluar jam makan. Untuk menghindari ngemil dan makan kebanyakan, saya tidak pernah berlama-lama di meja makan dan tidak pernah membeli cemilan sehingga tidak ada makanan ringan di rumah.
Ibu saya juga sama, setelah terapi bukannya nafsu makan menurun justru malah meningkat. Biasanya ibu saya lebih baik dalam hal mengontrol porsi makanannya, tetapi setelah terapi justru porsi makan ibu lebih banyak dari saya. Akhirnya kami memutuskan untuk tidak melanjutkan terapi ini karena sebenarnya tidak ada perubahan yang signifikan.
Sebelum terapi, berat saya 115kg. Sekarang berat saya 109kg. Turun 6 kg. Tetapi saya dapat katakan ini bukanlah hasil dari terapi yang saya lakukan. Turun 6 kg itu adalah usaha yang saya lakukan sendiri dengan menahan nafsu makan saya dan mengurangi porsi makan saya.
Mengurangi porsi makan adalah hal yang sangat berat untuk saya, apalagi jika yang ada di hadapan saya adalah menu kesukaan saya. Selanjutnya tiap sore saya selalu melatih fisik saya dengan sit-up, push-up, dan angkat beban. Untuk latihan fisik ini saya lakukan yang ringan saja, yang penting bisa berkeringat dan badan jadi segar tanpa perlu keluar uang dan menghabiskan waktu ke gym.
Berbekal pengalaman di hari pertama akupunktur, untuk hari kedua kami memutuskan datang pagi untuk ikut terapi sesi 1. Kami datang jam 9 pagi, memang kami langsung dipanggil untuk masuk ke ruang akupunktur tetapi terapisnya belum datang. Kami menunggu hampir 2 jam, baru terapisnya datang. Total waktu yang kami habiskan untuk terapi hari kedua adalah kurang lebih 3 jam!
Hari ketiga terapi, kami datang jam 10:30 pagi karena menurut petugas front office sesi kedua biasanya sepi dan jarang mengantri. Untuk terapi hari ketiga pun kami bisa dapat cepat, dan total waktu yang dibutuhkan hanya kurang lebih 1 jam.
Hari keempat terapi, saya datang sendiri karena ibu sudah terapi duluan beberapa hari sebelumnya. Karena saya malas untuk menunggu, saya telepon tempat terapinya untuk memesan tempat. Mereka bilang langsung datang saja karena lagi kosong. Total waktu yang saya habiskan untuk terapi tersebut sekitar satu setengah jam.
Hari kelima terapi, saya datang bersama ibu saya. Kali ini kami menunggu cukup lama. Total waktu yang kami habiskan sekitar 2 jam! Karena entah kenapa dijam yang sama dengan hari-hari sebelumnya kali ini pasiennya sangat banyak.
Terapi keenam belum saya lakukan karena memang tidak ada waktu untuk itu. Hasil terapi untuk saya tidak terlalu memberikan efek, karena saya masih sering merasa lapar diluar jam makan. Untuk menghindari ngemil dan makan kebanyakan, saya tidak pernah berlama-lama di meja makan dan tidak pernah membeli cemilan sehingga tidak ada makanan ringan di rumah.
Ibu saya juga sama, setelah terapi bukannya nafsu makan menurun justru malah meningkat. Biasanya ibu saya lebih baik dalam hal mengontrol porsi makanannya, tetapi setelah terapi justru porsi makan ibu lebih banyak dari saya. Akhirnya kami memutuskan untuk tidak melanjutkan terapi ini karena sebenarnya tidak ada perubahan yang signifikan.
Sebelum terapi, berat saya 115kg. Sekarang berat saya 109kg. Turun 6 kg. Tetapi saya dapat katakan ini bukanlah hasil dari terapi yang saya lakukan. Turun 6 kg itu adalah usaha yang saya lakukan sendiri dengan menahan nafsu makan saya dan mengurangi porsi makan saya.
Mengurangi porsi makan adalah hal yang sangat berat untuk saya, apalagi jika yang ada di hadapan saya adalah menu kesukaan saya. Selanjutnya tiap sore saya selalu melatih fisik saya dengan sit-up, push-up, dan angkat beban. Untuk latihan fisik ini saya lakukan yang ringan saja, yang penting bisa berkeringat dan badan jadi segar tanpa perlu keluar uang dan menghabiskan waktu ke gym.
Sunday, 28 November 2010
Day #7 : Haters
*postingan ini murni opini saya, tidak ada teori yang mendasari*
Dalam industri musik, para musisi banyak yang memiliki fans dan tidak sedikit juga yang tidak suka. Wajar, karena tiap orang punya selera masing - masing. Dari jaman saya dulu masih duduk di bangku SMA, sudah sering saya lihat orang yang tidak suka jenis-jenis musik tertentu. Entah saya yang kurang bergaul atau gimana, yang saya lihat orang-orang tertentu hanya tidak menyukai/membenci aliran musik tertentu saja.
Dulu juga saya "terbawa arus" oleh teman - teman saya yang mengaku anak underground. Namanya anak remaja yang masih dalam pencarian jati diri (baca: LABIL), saya pun ikut-ikutan dengan mereka. Mencari tahu banyak referensi musik underground dalam dan luar negeri supaya tidak dibilang POSER dan dijauhi oleh teman-teman saya itu. Saya pun ikut-ikutan membenci segala sesuatu yang berbau mainstream karena kata teman saya underground itu anti kemapanan, anti mainstream, dll.
Dulu semuanya jelas, aliran cadas,metal,underground,dll benci yang berbau mainstream seperti pop,dll. Fans metal yang akut masa iya ngefans juga sama backstreet boys,nsync,dll. Sekarang ini yang namanya hater itu sudah menjurus kepada satu musisi tertentu.
Contohnya, beberapa waktu lalu aliran emo sempat booming. Seperti halnya ska pada jaman saya SMA. Bedanya, dulu sesama aliran ska tidak saling berantem (yang saya tahu). Saya belum mendengar sesama fans ska berantem satu sama lain dan mengejek-ejek band kesayangannya masing-masing. Tetapi beda kasus dengan emo.
Di Indonesia, Pee Wee Gaskins (PWG) sepengetahuan saya adalah band yang sudah cukup lama berkiprah di aliran emo. Mereka juga punya fans setia yang disebut partydorks. Sekarang ini saya dengar ada kelompok yang menamakan dirinya Anti-PWG (APWG). Padahal orang - orang APWG ini juga penikmat aliran emo. Bahkan sempat diberitakan di acara ulang tahun suatu program televisi, saat PWG tampil terjadi tawuran antara fans PWG dan sekelompok orang (disinyalir APWG).
Kemudian ada lagi yang lebih menggelikan, sesama fans aliran pop berantem di internet. Mereka bahkan ikut menyerang fans dari musisi tertentu. Jadi selain artisnya yang mereka serang, fans nya pun ikut kena getahnya. Kalau kasus sebelumnya (PWG) sampai terjadi kekerasan, ya saya bisa bilang itu wajar karena akar dari emo sendiri adalah punk yang orang awam bilang identik dengan kekerasan.
Lucu, benar-benar lucu ketika segelintir orang yang beraliran pop menyebarkan propaganda anti terhadap satu musisi pop tertentu dan fansnya. Saya bingung, jika mereka mengejek musiknya lantas mereka juga mengejek musik artis idola mereka sendiri kan? backfire!
Saya jadi berandai-andai, misalnya para fans backstreet boys, saling ejek dengan para fans NSync. Apa yang mereka katakan?
fans BB : Hey NSync tuh ga bisa nyanyi, cuma Justin doang sisanya jual tampang!
fans NSync : Ngaca woi, lo pikir backstreet boys bisa nyanyi semua?
fans BB : Oh iya ya, bener juga
fans NSync : Backstreet boys tuh yang nyanyi cuma 1 orang sisanya cuma penari latar!
fans BB : Emangnya NSync engga? mana gay semua lagi!
fans NSync : Iya ya bener juga, tapi backstreet boy juga gay semua!
fans BB : Hmm iya juga sih, damai aja ya
fans NSync : Iya ayo kita damai
*Kemudian kedua fans yang sama-sama laki-laki ini pun berdamai dengan cara saling meremas pantat, and the rest is history* ewwwww gross!
Dalam industri musik, para musisi banyak yang memiliki fans dan tidak sedikit juga yang tidak suka. Wajar, karena tiap orang punya selera masing - masing. Dari jaman saya dulu masih duduk di bangku SMA, sudah sering saya lihat orang yang tidak suka jenis-jenis musik tertentu. Entah saya yang kurang bergaul atau gimana, yang saya lihat orang-orang tertentu hanya tidak menyukai/membenci aliran musik tertentu saja.
Dulu juga saya "terbawa arus" oleh teman - teman saya yang mengaku anak underground. Namanya anak remaja yang masih dalam pencarian jati diri (baca: LABIL), saya pun ikut-ikutan dengan mereka. Mencari tahu banyak referensi musik underground dalam dan luar negeri supaya tidak dibilang POSER dan dijauhi oleh teman-teman saya itu. Saya pun ikut-ikutan membenci segala sesuatu yang berbau mainstream karena kata teman saya underground itu anti kemapanan, anti mainstream, dll.
Dulu semuanya jelas, aliran cadas,metal,underground,dll benci yang berbau mainstream seperti pop,dll. Fans metal yang akut masa iya ngefans juga sama backstreet boys,nsync,dll. Sekarang ini yang namanya hater itu sudah menjurus kepada satu musisi tertentu.
Contohnya, beberapa waktu lalu aliran emo sempat booming. Seperti halnya ska pada jaman saya SMA. Bedanya, dulu sesama aliran ska tidak saling berantem (yang saya tahu). Saya belum mendengar sesama fans ska berantem satu sama lain dan mengejek-ejek band kesayangannya masing-masing. Tetapi beda kasus dengan emo.
Di Indonesia, Pee Wee Gaskins (PWG) sepengetahuan saya adalah band yang sudah cukup lama berkiprah di aliran emo. Mereka juga punya fans setia yang disebut partydorks. Sekarang ini saya dengar ada kelompok yang menamakan dirinya Anti-PWG (APWG). Padahal orang - orang APWG ini juga penikmat aliran emo. Bahkan sempat diberitakan di acara ulang tahun suatu program televisi, saat PWG tampil terjadi tawuran antara fans PWG dan sekelompok orang (disinyalir APWG).
Kemudian ada lagi yang lebih menggelikan, sesama fans aliran pop berantem di internet. Mereka bahkan ikut menyerang fans dari musisi tertentu. Jadi selain artisnya yang mereka serang, fans nya pun ikut kena getahnya. Kalau kasus sebelumnya (PWG) sampai terjadi kekerasan, ya saya bisa bilang itu wajar karena akar dari emo sendiri adalah punk yang orang awam bilang identik dengan kekerasan.
Lucu, benar-benar lucu ketika segelintir orang yang beraliran pop menyebarkan propaganda anti terhadap satu musisi pop tertentu dan fansnya. Saya bingung, jika mereka mengejek musiknya lantas mereka juga mengejek musik artis idola mereka sendiri kan? backfire!
Saya jadi berandai-andai, misalnya para fans backstreet boys, saling ejek dengan para fans NSync. Apa yang mereka katakan?
fans BB : Hey NSync tuh ga bisa nyanyi, cuma Justin doang sisanya jual tampang!
fans NSync : Ngaca woi, lo pikir backstreet boys bisa nyanyi semua?
fans BB : Oh iya ya, bener juga
fans NSync : Backstreet boys tuh yang nyanyi cuma 1 orang sisanya cuma penari latar!
fans BB : Emangnya NSync engga? mana gay semua lagi!
fans NSync : Iya ya bener juga, tapi backstreet boy juga gay semua!
fans BB : Hmm iya juga sih, damai aja ya
fans NSync : Iya ayo kita damai
*Kemudian kedua fans yang sama-sama laki-laki ini pun berdamai dengan cara saling meremas pantat, and the rest is history* ewwwww gross!
Friday, 26 November 2010
Day #6 : The Blitz Curse
*[spoiler alert] peringatan, jika anda mengikuti serial How I Met Your Mother dan belum nonton season 6 episode 10 sebaiknya anda tidak usah baca posting saya*
The Blitz adalah orang yang sial dalam artian, ketika dia tidak ikut berkumpul bersama teman-temannya kemudian si teman-temannya itu secara tidak sengaja menemukan hal-hal yang istimewa, sehingga The Blitz pun menyesal karena saat itu dia tidak bersama teman-temannya.
Well, saya jadi mengingat-ingat kejadian saat saya kelas 3 SMA. Saat itu kelas 3 mengadakan karya wisata ke Bali selama beberapa hari (lupa total berapa hari). Yang jelas di malam terakhir kami di Bali, saya memutuskan untuk tidur cepat karena esoknya kami akan berangkat pagi dan saya punya masalah dengan yang namanya bangun pagi ketika begadang.
Ternyata di malam terakhir itu, teman-teman saya awalnya hanya nongkrong-nongkrong di pinggir kolam renang dan entah karena ide gila siapa malam itu akhirnya teman-teman pada cebur-ceburan ke kolam, yup ada pool party tak disengaja. Teman saya baru cerita ke saya ketika sudah di Bandung (mungkin jaga perasaan kali ya), dan kalau disesuaikan dengan respon The Blitz di HIMYM, dalam hati saya pun berkata "Awwww, Man!!"
Yup, masa SMA saya ditutup dengan saya menjadi The Blitz.
*sekedar nostalgila karena abis nonton HIMYM season 6 episode 10 The Blitzkrieg*
Awww, Man!
The Blitz (the fat guy/Jorge Garcia)
sumber : http://static.tvfanatic.com
The Blitz adalah orang yang sial dalam artian, ketika dia tidak ikut berkumpul bersama teman-temannya kemudian si teman-temannya itu secara tidak sengaja menemukan hal-hal yang istimewa, sehingga The Blitz pun menyesal karena saat itu dia tidak bersama teman-temannya.
Well, saya jadi mengingat-ingat kejadian saat saya kelas 3 SMA. Saat itu kelas 3 mengadakan karya wisata ke Bali selama beberapa hari (lupa total berapa hari). Yang jelas di malam terakhir kami di Bali, saya memutuskan untuk tidur cepat karena esoknya kami akan berangkat pagi dan saya punya masalah dengan yang namanya bangun pagi ketika begadang.
Ternyata di malam terakhir itu, teman-teman saya awalnya hanya nongkrong-nongkrong di pinggir kolam renang dan entah karena ide gila siapa malam itu akhirnya teman-teman pada cebur-ceburan ke kolam, yup ada pool party tak disengaja. Teman saya baru cerita ke saya ketika sudah di Bandung (mungkin jaga perasaan kali ya), dan kalau disesuaikan dengan respon The Blitz di HIMYM, dalam hati saya pun berkata "Awwww, Man!!"
Yup, masa SMA saya ditutup dengan saya menjadi The Blitz.
*sekedar nostalgila karena abis nonton HIMYM season 6 episode 10 The Blitzkrieg*
Awww, Man!
sumber : http://static.tvfanatic.com
Thursday, 25 November 2010
Day #5 : Iseng Yang Kreatif
video SNSD, tapi liriknya keren!
kenapa saya post disini, karena baca liriknya kocak...menurut saya.
ini deskripsi dari si uploader nya, baca aja dulu...daripada ntar saya dimarah2in sama fans'nya SNSD hehehe.
This is Gee by SNSD (Girls' Generation) with subtitles stating what I think it sounds like in English...NOT a real translation! They are misheard words of the original Korean lyrics.
I hope you can read quickly.
kenapa saya post disini, karena baca liriknya kocak...menurut saya.
ini deskripsi dari si uploader nya, baca aja dulu...daripada ntar saya dimarah2in sama fans'nya SNSD hehehe.
This is Gee by SNSD (Girls' Generation) with subtitles stating what I think it sounds like in English...NOT a real translation! They are misheard words of the original Korean lyrics.
I hope you can read quickly.
Wednesday, 24 November 2010
Day #4 : Yang Baru Diketahui
Banyak hal baru yang saya temui di...komputer adik saya =))
Karena sudah diizinkan untuk memakai komputernya, maka saya pun memakai
komputer adik saya untuk keperluan :
1. Nonton tv disaat tesis
2. Denger radio disaat channel tv ga ada yang rame saat tesis
3. Maen plant vs zombie disaat sedang running software untuk tesis
4. Nonton HIMYM season 6 dan download episode terbarunya disaat suntuk tesis
5. Iseng aja pengen ngoprek
nah dari yang poin 5 ini, yang saya temui di komputer adik saya adalah, banyaknya spreadsheet buatan dia tentang perhitungan atau estimasi dia dalam beberapa games online di facebook seperti Mafia Wars dan Car Town.
Kebetulan car town saya sendiri beberapa bulan yang lalu sempat main, dan sempat juga membuat spreadsheet tentang estimasi profit di game tersebut. Namun saya kaget melihat spreadsheet buatan adik saya. Jika dilihat dari layout,fungsi,dll di spreadsheet dia. Semuanya lebih komprehensif dan mendetail (pantas saja level cartown dia tidak pernah terkejar oleh saya).
Saya memang tahu bahwa adik saya itu otaknya encer, dan ketika melihat spreadsheet dia dan juga tata pengaturan folder di komputernya. Dia orangnya cukup teroganisir dan sepertinya sangat fokus. Berbeda dengan saya kakaknya yang serba berantakan dan susah sekali untuk fokus. No wonder, adik saya sekarang berprofesi di Research and Development'nya SAMSUNG.
sumber : Cartoonstock
Hal menarik lain yang saya temukan adalah beberapa video SNSD. Karena penasaran apa sih SNSD, dan perasaan dulu sempet heboh di forum multimedia kampus, jadi saya bukalah video2 tersebut. Ternyata ini adalah video girl band asal Korea Selatan.
Saya sebenernya tidak suka dengan musik yang liriknya tidak saya mengerti kecuali Rammstein.
Hanya saja video SNSD ini cukup menarik karena isinya 9 Gadis Oriental pake hotpants terus joget-joget, dengan wajah tiap personelnya yang semuanya mirip (from my POV, They're all look the same), dan THANK GOD semuanya enak dilihat, tidak ada yang kalo dilihat-lihat eneg :D
sumber : http://www.kpoplive.com/wp-content/uploads/2010/08/snsd-14.jpg
Karena sudah diizinkan untuk memakai komputernya, maka saya pun memakai
komputer adik saya untuk keperluan :
1. Nonton tv disaat tesis
2. Denger radio disaat channel tv ga ada yang rame saat tesis
3. Maen plant vs zombie disaat sedang running software untuk tesis
4. Nonton HIMYM season 6 dan download episode terbarunya disaat suntuk tesis
5. Iseng aja pengen ngoprek
nah dari yang poin 5 ini, yang saya temui di komputer adik saya adalah, banyaknya spreadsheet buatan dia tentang perhitungan atau estimasi dia dalam beberapa games online di facebook seperti Mafia Wars dan Car Town.
Kebetulan car town saya sendiri beberapa bulan yang lalu sempat main, dan sempat juga membuat spreadsheet tentang estimasi profit di game tersebut. Namun saya kaget melihat spreadsheet buatan adik saya. Jika dilihat dari layout,fungsi,dll di spreadsheet dia. Semuanya lebih komprehensif dan mendetail (pantas saja level cartown dia tidak pernah terkejar oleh saya).
Saya memang tahu bahwa adik saya itu otaknya encer, dan ketika melihat spreadsheet dia dan juga tata pengaturan folder di komputernya. Dia orangnya cukup teroganisir dan sepertinya sangat fokus. Berbeda dengan saya kakaknya yang serba berantakan dan susah sekali untuk fokus. No wonder, adik saya sekarang berprofesi di Research and Development'nya SAMSUNG.
Hal menarik lain yang saya temukan adalah beberapa video SNSD. Karena penasaran apa sih SNSD, dan perasaan dulu sempet heboh di forum multimedia kampus, jadi saya bukalah video2 tersebut. Ternyata ini adalah video girl band asal Korea Selatan.
Saya sebenernya tidak suka dengan musik yang liriknya tidak saya mengerti kecuali Rammstein.
Hanya saja video SNSD ini cukup menarik karena isinya 9 Gadis Oriental pake hotpants terus joget-joget, dengan wajah tiap personelnya yang semuanya mirip (from my POV, They're all look the same), dan THANK GOD semuanya enak dilihat, tidak ada yang kalo dilihat-lihat eneg :D
Tuesday, 23 November 2010
Day #3 : Cintailah Produk Dalam Negeri
Beberapa hari yang lalu saya berbincang-bincang dengan kedua orang tua saya saat makan malam. Saat itu kami membicarakan mengenai jurusan/program studi saya yang berusaha untuk mendapatkan akreditasi dari Amerika Serikat.
Jika program studi saya berhasil, maka program studi ini akan menjadi jurusan/program studi pertama di Asia Tenggara yang memiliki akreditasi dari Amerika Serikat. Ayah saya bilang, sebenarnya ada 3 jurusan yang dibiayai oleh kampus untuk mengajukan akreditasi.
Jurusan itu tidak termasuk jurusan saya. Jurusan saya maju dengan kemauan sendiri. Dari 3 jurusan yang siap dibiayai oleh kampus, hanya 1 jurusan yang maju. Sisanya menyatakan belum siap. Tetapi ternyata saat ini, jurusan yang maju untuk akreditasi tersebut sudah menyatakan mundur. Jadi sekarang tinggal jurusan saya saja yang masih terus berjuang untuk mendapatkan akreditasi tersebut.
Saya berpikir, jika memang akreditasi dari Amerika Serikat ini begitu bergengsi kenapa jurusan saya menjadi yang pertama di Asia Tenggara? Padahal banyak Universitas lain dengan jurusan engineering dari Singapura dan Malaysia yang sudah lebih canggih.
Ayah saya bilang, temannya seorang profesor di Malaysia pernah mengatakan bahwa prioritas utama mereka dalam akreditasi adalah akreditasi dari negaranya sendiri. Karena menurut beliau semua yang dari dalam negeri sendiri itu yang paling bagus, karena itu mereka fokus disana.
Kemudian, untuk mendapatkan pengakuan internasional barulah mereka mengajukan supaya mendapatkan akreditasi internasional. Dan karena Malaysia hubungannya erat dengan Inggris, maka akreditasi internasional yang mereka ajukan ke Inggris bukan Amerika. Kemudian setelah terakreditasi oleh badan akreditasi dari Inggris, barulah mereka akan mengajukan untuk akreditasi dari Amerika Serikat.
Tetapi intinya, mereka lebih fokus untuk yang dalam negeri dahulu. Bagi mereka, akreditasi internasional hanya untuk pengakuan dunia internasional semata. Mereka lebih membanggakan jika sudah terakreditasi dengan predikat sangat baik dari badan akreditasi dalam negeri mereka.
Setelah percakapan dengan kedua orang tua saya tersebut, kemudian saya berpikir pantas saja Malaysia itu maju. Sebagus-bagusnya produk dari luar, mereka tetap punya mindset bahwa produk dalam negeri merekalah yang paling baik.
Saya tidak mengatakan bahwa jurusan saya terlalu lebay dalam menghadapi ini. Justru ini bagus, karena semua elemen di jurusan saya mulai dari dosen,mahasiswa,hingga karyawan semuanya bekerja sama.
Saya juga bukan ingin menyanjung Malaysia, negara tetangga kita yang sering membuat onar di perbatasan dan juga hobi mengklaim produk budaya lokal kita. Ini memang terdengar klise, tetapi salah satu upaya untuk memajukan Indonesia adalah dengan mulai mencintai produk-produk dalam negeri sendiri.
Karena itu cintailah produk-produk Indonesia (bergaya bahasa seperti engkong-engkong di iklan TV M*spi*n)
Jika program studi saya berhasil, maka program studi ini akan menjadi jurusan/program studi pertama di Asia Tenggara yang memiliki akreditasi dari Amerika Serikat. Ayah saya bilang, sebenarnya ada 3 jurusan yang dibiayai oleh kampus untuk mengajukan akreditasi.
Jurusan itu tidak termasuk jurusan saya. Jurusan saya maju dengan kemauan sendiri. Dari 3 jurusan yang siap dibiayai oleh kampus, hanya 1 jurusan yang maju. Sisanya menyatakan belum siap. Tetapi ternyata saat ini, jurusan yang maju untuk akreditasi tersebut sudah menyatakan mundur. Jadi sekarang tinggal jurusan saya saja yang masih terus berjuang untuk mendapatkan akreditasi tersebut.
Saya berpikir, jika memang akreditasi dari Amerika Serikat ini begitu bergengsi kenapa jurusan saya menjadi yang pertama di Asia Tenggara? Padahal banyak Universitas lain dengan jurusan engineering dari Singapura dan Malaysia yang sudah lebih canggih.
Ayah saya bilang, temannya seorang profesor di Malaysia pernah mengatakan bahwa prioritas utama mereka dalam akreditasi adalah akreditasi dari negaranya sendiri. Karena menurut beliau semua yang dari dalam negeri sendiri itu yang paling bagus, karena itu mereka fokus disana.
Kemudian, untuk mendapatkan pengakuan internasional barulah mereka mengajukan supaya mendapatkan akreditasi internasional. Dan karena Malaysia hubungannya erat dengan Inggris, maka akreditasi internasional yang mereka ajukan ke Inggris bukan Amerika. Kemudian setelah terakreditasi oleh badan akreditasi dari Inggris, barulah mereka akan mengajukan untuk akreditasi dari Amerika Serikat.
Tetapi intinya, mereka lebih fokus untuk yang dalam negeri dahulu. Bagi mereka, akreditasi internasional hanya untuk pengakuan dunia internasional semata. Mereka lebih membanggakan jika sudah terakreditasi dengan predikat sangat baik dari badan akreditasi dalam negeri mereka.
Setelah percakapan dengan kedua orang tua saya tersebut, kemudian saya berpikir pantas saja Malaysia itu maju. Sebagus-bagusnya produk dari luar, mereka tetap punya mindset bahwa produk dalam negeri merekalah yang paling baik.
Saya tidak mengatakan bahwa jurusan saya terlalu lebay dalam menghadapi ini. Justru ini bagus, karena semua elemen di jurusan saya mulai dari dosen,mahasiswa,hingga karyawan semuanya bekerja sama.
Saya juga bukan ingin menyanjung Malaysia, negara tetangga kita yang sering membuat onar di perbatasan dan juga hobi mengklaim produk budaya lokal kita. Ini memang terdengar klise, tetapi salah satu upaya untuk memajukan Indonesia adalah dengan mulai mencintai produk-produk dalam negeri sendiri.
Karena itu cintailah produk-produk Indonesia (bergaya bahasa seperti engkong-engkong di iklan TV M*spi*n)
Monday, 22 November 2010
Day #2 : Baru Hari Kedua Nih
Baru hari kedua dari program 30 Hari Menulis.
Sudah hampir setengah jam saya didepan notebook.
Tulis judul
Ketak ketik ketak ketik...block...delete
ketak ketik ketak ketik...block...delete
Hapus judul...tulis lagi
ketak ketik ketak ketik...sudah 2 paragraf
block all...delete.
ketak ketik ketak ketik...paragraf 3 setengah jalan
block all...delete.
Saya bingung dengan apa yang mau saya tulis.
Ketika ada ide, saya tulis...saya baca kembali.
kemudian saya berpikir, tulisan ini tidak jelas
kemana arahnya.
Bingung. Baru hari kedua kawan.
Semoga besok dapat ide.
Ps : posting Day #1 saya tulis dan post hari minggu dini hari, tetapi tanggal yang tertera di blog hari sabtu. Hmm apa saya yang salah jam ya? masa belum apa2 sudah keskip satu hari sih? o_O"
Sudah hampir setengah jam saya didepan notebook.
Tulis judul
Ketak ketik ketak ketik...block...delete
ketak ketik ketak ketik...block...delete
Hapus judul...tulis lagi
ketak ketik ketak ketik...sudah 2 paragraf
block all...delete.
ketak ketik ketak ketik...paragraf 3 setengah jalan
block all...delete.
Saya bingung dengan apa yang mau saya tulis.
Ketika ada ide, saya tulis...saya baca kembali.
kemudian saya berpikir, tulisan ini tidak jelas
kemana arahnya.
Bingung. Baru hari kedua kawan.
Semoga besok dapat ide.
Ps : posting Day #1 saya tulis dan post hari minggu dini hari, tetapi tanggal yang tertera di blog hari sabtu. Hmm apa saya yang salah jam ya? masa belum apa2 sudah keskip satu hari sih? o_O"
Saturday, 20 November 2010
Day #1 : Sombong
Baru di semester ini saya menghadapi seorang dosen tamu yang sombongnya amit-amit jabang bayi.
sumber: http://www.nicholsoncartoons.com.au/cartoon_5319.html
Dia mengklaim bahwa dirinya adalah satu-satunya ahli teknologi d**pw*t*r (sensor biar ga terlalu frontal) di Indonesia.
Direncanakan ada 5 sesi kuliah dengan si dosen tamu ini. Kuliah pertama introduction (wajar), kuliah kedua (sesi 2 & 3) di Jakarta dia malah ngasih materi yang sudah dipelajari semester sebelumnya. Seolah-olah dia tidak mempercayai kredibilitas dosen-dosen di kampus saya dalam mengajar materi-materi itu.
Manfaat yang didapat dari bela-belain kuliah ke Jakarta waktu itu, jadi tau lokasi Pacific Place karena waktu itu kesasar.
Kuliah ketiga (sesi 4), barulah masuk ke materi tentang d**pw*t*r nya. Coba kalau dari sesi 2 sudah dimulai, pasti banyak yang bisa didapat walaupun harus bela-belain dengerin blah-blohnya dia yg suka OOT.
Yang bikin sebel lagi adalah, pada kuliah ketiga. Kami sebagai peserta kuliah berinisiatif untuk menjamu si dosen tamu ini, kami menyediakan makan siang dengan dana patungan dari seluruh peserta kuliah.
Apa respon dari beliau? "Kamu ngapain pake nyiapin makan siang segala? Kalau kalian ke Jakarta, iya kalian saya jamu makan siang. Kalian ga usah ikut-ikutan!"
Respon yang menurut saya cukup mengejutkan, arogan dan sangat tidak sopan. Bahkan dalam konteks percakapan antara orang yang lebih tua dengan kami yang lebih muda, perkataan seperti itu tentu tidak enak untuk didengar.
Teman - teman yang duduk bersebelahan sama saya pun terdengar menggumam "sombongnya minta ampun."
Dalam benak saya, dan tentu saja saya tweet juga :D yang intinya. A simple thanks would be nice!
Baru kali ini saya bertemu orang seperti ini.
Setelah saya pikir-pikir, mending diambil sisi positifnya saja.
Kedepannya bukan tidak mungkin saya akan berhadapan dengan orang-orang berkarakter seperti ini.
Semoga kalau nanti saya sudah berilmu tinggi (emangnya film silat, ilmu tinggi) tidak bersikap seperti si dosen tamu ini.
Seandainya sikap saya mulai sombong dan tidak mengenakan, saya mohon keikhlasan teman-teman membantu saya untuk mengingatkan saya.
Dia mengklaim bahwa dirinya adalah satu-satunya ahli teknologi d**pw*t*r (sensor biar ga terlalu frontal) di Indonesia.
Direncanakan ada 5 sesi kuliah dengan si dosen tamu ini. Kuliah pertama introduction (wajar), kuliah kedua (sesi 2 & 3) di Jakarta dia malah ngasih materi yang sudah dipelajari semester sebelumnya. Seolah-olah dia tidak mempercayai kredibilitas dosen-dosen di kampus saya dalam mengajar materi-materi itu.
Manfaat yang didapat dari bela-belain kuliah ke Jakarta waktu itu, jadi tau lokasi Pacific Place karena waktu itu kesasar.
Kuliah ketiga (sesi 4), barulah masuk ke materi tentang d**pw*t*r nya. Coba kalau dari sesi 2 sudah dimulai, pasti banyak yang bisa didapat walaupun harus bela-belain dengerin blah-blohnya dia yg suka OOT.
Yang bikin sebel lagi adalah, pada kuliah ketiga. Kami sebagai peserta kuliah berinisiatif untuk menjamu si dosen tamu ini, kami menyediakan makan siang dengan dana patungan dari seluruh peserta kuliah.
Apa respon dari beliau? "Kamu ngapain pake nyiapin makan siang segala? Kalau kalian ke Jakarta, iya kalian saya jamu makan siang. Kalian ga usah ikut-ikutan!"
Respon yang menurut saya cukup mengejutkan, arogan dan sangat tidak sopan. Bahkan dalam konteks percakapan antara orang yang lebih tua dengan kami yang lebih muda, perkataan seperti itu tentu tidak enak untuk didengar.
Teman - teman yang duduk bersebelahan sama saya pun terdengar menggumam "sombongnya minta ampun."
Dalam benak saya, dan tentu saja saya tweet juga :D yang intinya. A simple thanks would be nice!
Baru kali ini saya bertemu orang seperti ini.
Setelah saya pikir-pikir, mending diambil sisi positifnya saja.
Kedepannya bukan tidak mungkin saya akan berhadapan dengan orang-orang berkarakter seperti ini.
Semoga kalau nanti saya sudah berilmu tinggi (emangnya film silat, ilmu tinggi) tidak bersikap seperti si dosen tamu ini.
Seandainya sikap saya mulai sombong dan tidak mengenakan, saya mohon keikhlasan teman-teman membantu saya untuk mengingatkan saya.
Friday, 19 November 2010
30 Hari Menulis
Terinspirasi dari blog milik Maradilla Syachridar, Brainmelosa tentang 30 Hari Menulis. Saya akhirnya berinisiatif juga untuk melakukan hal yang sama. Tujuannya? Saya ingin mengetahui seberapa konsisten diri saya dalam hal menulis, menuangkan ide dalam tulisan, sekedar berbasa-basi dalam tulisan, dll. Saya ingin memacu diri saya untuk meluangkan sedikit waktu untuk menulis ditengah kesibukan saya menyusun master tesis saya.
Saya memulai program 30 Hari Menulis ini boleh dibilang terlambat dibanding para pencetusnya, Theoresia Rhumte dan Maradilla Syachridar. Tapi bukankah lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali?
Boleh dibilang ini adalah ujian bagi saya untuk menunjukkan seberapa konsisten saya dalam menulis.
Yes, let's rock n roll!
Saya memulai program 30 Hari Menulis ini boleh dibilang terlambat dibanding para pencetusnya, Theoresia Rhumte dan Maradilla Syachridar. Tapi bukankah lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali?
Boleh dibilang ini adalah ujian bagi saya untuk menunjukkan seberapa konsisten saya dalam menulis.
Yes, let's rock n roll!
Thursday, 18 November 2010
Berbenah
Pada posting pertama saya di blog ini, ditulis dengan jelas bahwa saya nutup blog lama dan buka blog baru karena blog lama berantakan.
Ternyata blog baru ini juga ga ada bedanya, label blog berantakan. Terlalu banyak label, karena tiap posting selalu dikasih label semau saya.
Alhamdulillah, postingan di blog ini baru sedikit. Kebanyakan isinya draft semua.
Maka dari itu masih relatif mudah dan cepat untuk merapihkan label2 yang ada.
Sekarang tinggal gimana caranya rajin untuk nulis ;p
Ternyata blog baru ini juga ga ada bedanya, label blog berantakan. Terlalu banyak label, karena tiap posting selalu dikasih label semau saya.
Alhamdulillah, postingan di blog ini baru sedikit. Kebanyakan isinya draft semua.
Maka dari itu masih relatif mudah dan cepat untuk merapihkan label2 yang ada.
Sekarang tinggal gimana caranya rajin untuk nulis ;p
Subscribe to:
Posts (Atom)